PT MRT Jakarta Temukan Rel Trem Peninggalan Belanda Saat Proses Konstruksi

- Selasa, 28 Desember 2021 | 10:51 WIB
Rel trem peninggalan Belanda yang ditemukan saat proses konstruksi MRT Fase 2A Glodok-Kota. (PT MRT Jakarta)
Rel trem peninggalan Belanda yang ditemukan saat proses konstruksi MRT Fase 2A Glodok-Kota. (PT MRT Jakarta)

INFO INDONESIA. JAKARTA - PT MRT Jakarta menemukan rel trem peninggalan Belanda, saat proses konstruksi jalur MRT Jakarta fase 2A Glodok-Kota, Jakarta Barat.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, rel ini ditemukan di kedalaman 15 hingga 110 sentimeter.

"Ini (rel trem) kemarin yang paling terakhir kita temukan galiannya di bulan Desember pada kedalaman beragam antara 15 sampai 110 sentimeter," kata Silvia dalam diskusi Forum Jurnalis MRT, Senin (27/12/2021).

Silvia mengungkapkan, penemuan rel trem oleh PT MRT Jakarta sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi saat proses konstruksi. Sebelumnya, PT MRT Jakarta juga menemukan rel trem di lokasi pembangunan MRT Fase 2 di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Rel tersebut ditemukan saat proses konstruksi Fase 2 di sekitar area Museum Bank Mandiri. "Kami melakukan investigasi arkeologi di depan (Museum Bank Mandiri) Mandiri dan di situ memang ditemukan trem," kata dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, rel trem itu nantinya akan dipindahkan dan diteliti lebih lanjut.

"Ya memang dulu itu kan pada zaman Belanda memang ada rel trem ya. Tentu itu kan nanti akan dipindahkan," kata Riza.

Sementara itu, menurut Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satrio Atmodjo, rel trem yang ditemukan merupakan yang tertua di Indonesia.

Menurut dia, trem tersebut dibangun di Jakarta setelah pembangunan rel trem yang menghubungkan Kota Semarang dengan Stasiun Tanggung. Rel ini juga merupakan lintasan kereta pertama dalam sistem perkeretapian di Indonesia, yang dibangun 1869.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Erick Thohir : NU Selama Ini Perkuat Nilai Kebangsaan

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:49 WIB

Gempa Turki: 2.379 Orang Tewas, 14.483 Luka-luka

Selasa, 7 Februari 2023 | 07:47 WIB
X