Fraksi NasDem DPRD DKI Dorong Pemprov Minimalisir Dampak Efek Rumah Kaca

- Kamis, 3 November 2022 | 09:07 WIB
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. (Istimewa)
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. (Istimewa)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Fraksi NasDem DPRD Provinsi DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi DKI melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah penyangga Jakarta terkait kebiajakan dalam upaya meminimalisir dampak efek rumah kaca.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Pemprov DKI dan pemerintah pusat perlu melakukan upaya- upaya untuk mengurangi gas emisi efek rumah kaca, khususnya dalam mengendalikan pada kelima sektor penyumbang terbesar efek rumah kaca yaitu transportasi, pembangkit listrik, industri manufaktur, limbah rumah tangga dan limbah padat TPA. 

Upaya yang dapat dilakukan misalnya dengan memaksimalkan program uji emisi bagi kendaran serta terus mendorong warga Jakarta dalam peralihan penggunaan transportasi pribadi ke transportasi umum, melakukan pengelolaan sampah rumah tangga dengan sistem daur ulang juga melaksanakan pembangunan yang ramah lingkungan.

Kemudian juga agar mendukung Pemerintah pusat dalam pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk pengembangan biofuel, pengembangan ekosistem mobil listrik, serta pengembangan industri berbasis clean energy.

Adapun kolaborasi dengan berbagai pihak yang dapat dilakukan Pemprov DKI yakni dengan pemerintah daerah penyangga Kota Jakarta seperti Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang dalam upaya mencapai target menjadi kota berketahanan iklim pada 2030 mendatang yaitu menurunkan emisi GRK sebesar 50 persen pada 2030, serta target untuk mencapai zero emission pada 2050.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kebijakan Keenergian Institut Teknologi Bandung (ITB) Retno Gumilang Dewi sebut ada lima sektor yang menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) di Jakarta.

"Ada lima kontributor utama penghasil emisi GRK di DKI Jakarta, pertama transportasi sebesar 46 persen, kemudian sektor pembangkit listrik, industri manufaktur, emisi residensial dan limbah padat TPA," kata dia, di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat.

Salah satu masalah terbesar dunia adalah global warming, yang mengakibatkan banyak perubahan di bumi serta membuktikan bahwa terlalu banyak gas emisi atau gas buang yang terdapat di udara sehingga udara menjadi panas. Adanya efek rumah kaca yang terlalu berlebihan pada atmosfer dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan global dan menjadi menjadi salah satu faktor  

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Tol Kapal Betung Bisa Dioperasikan Juni Mendatang

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:50 WIB
X