Politeknik Harus Hasilkan SDM yang Bisa Bersaing di Tingkat Global dan Memiliki Jiwa Wirausaha

- Selasa, 14 Maret 2023 | 08:43 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan kunjungan ke Perusahaan Master Kidz dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK), Minggu (12/3/2023). (Humas Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan kunjungan ke Perusahaan Master Kidz dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK), Minggu (12/3/2023). (Humas Kemenko PMK)

INFO INDONESIA. KENDAL – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mendorong Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) di Kawasan Industri Kendal (KIK), agar bekerja sama dengan perusahaan. Hal itu untuk mendorong terciptanya tenaga kerja siap pakai.

Hal itu disampaikan Menko PMK, saat melakukan kunjungan ke Perusahaan Master Kidz dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK), Minggu (12/3/2023).

Selaku ketua pengarah Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV) Menko PMK menyatakan, apa yang dilakukan di Polifurneka telah sesuai dengan standar Perpres Nomor 68 Tahun 2022 Tentang Revitalisasi Pendidkan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

"Yang perlu diintensifkan lagi adalah kerja sama dengan industri dan dunia usaha, terutama bisa menyiapkan lulusan ini agar bisa diserap di dunia kerja terutama di sektor furnitur," ungkapnya.

Muhadjir yakin, Politeknik dengan fasilitas sangat lengkap, seperti tempat workshop yang mengunakan standar tinggi termasuk mesinnya, mendorong mahasiswa dapat memprogram berbagai macam desain. Sehingga akan mempertinggi daya imajinasi kreasi dari mahasiswa.

Baca Juga: Ini Empat Indikator Keberhasilan Pilkada Serentak 2024 Menurut Mendagri Tito Karnavian

Namun, dia menekankan, kerja sama dengan dunia industri maupun usaha perlu lebih diintensifkan. Terutama menyiapkan para lulusan ini agar bisa diserap kerja di bidang furnitur.

“Selain itu, harus didorong dengan menjadi para wirausahawan di dunia furnitur yang terus sangat dinamis. Terutama di dunia industri kreatif,” tambah Muhadjir.

Lebih lanjut, Muhadjir juga berharap Polifurneka Kendal yang dibangun oleh Kementerian Perindustrian itu bisa menghasilkan lebih banyak SDM industri yang kompeten, profesional, siap kerja di sektor furnitur, dan bisa bersaing hingga tingkat global.

Dalam kunjungannya ke Kendal, Menko PMK juga berkunjung ke pabrik mainan edukasi anak-anak yang merupakan produk olahan kayu di Kawasan Industri Kendal, yakni PT. Master Kidz Indonesia. Pabrik ini merupakan salah satu yang telah bekerja sama dengan Polifurneka dalam pemagangan industri serta mengambil tenaga kerja lulusannya.

"Pemerintah saat ini tengah mengevaluasi Super Tax Deduction. Kebijakan yang dimaksudkan sebagai reward bagi industri yang mendukung vokasi ini mestinya dibuat mudah sehingga menarik minat pelaku usaha mendukung vokasi" ungkapnya.

Baca Juga: Lewat Program Wirausaha Baru, Pemkot Depok Turunkan Angka Pengangguran 2 Persen

Muhadjir berharap, angkatan kerja Indonesia bisa sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Karena itu, upaya pemerintah dengan Perpres Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi supaya ada sinergitas pendidikan di bawah Kemendikbudristek dan pelatihan di bawah Kemnaker.

"Sehingga dengan demikian keterampilan keahlian yang dimiliki calon tenaga kerja kita sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Rio Taufiq Adam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahas Sejumlah Isu dengan Norwegia

Sabtu, 18 Maret 2023 | 08:23 WIB

Perkuat Kerja Sama Investasi dengan Arab Saudi

Jumat, 17 Maret 2023 | 09:33 WIB

Sri Mulyani Happy, Pajak Tetap Terjaga

Jumat, 17 Maret 2023 | 08:46 WIB
X