5 Fokus Kebijakan Fiskal 2022

- Kamis, 20 Mei 2021 | 22:23 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan persnya di Gedung Nusantara II DPR RI, Kamis (20/5/2021). (Dok. Info Indonesia/Anita Putri)
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan persnya di Gedung Nusantara II DPR RI, Kamis (20/5/2021). (Dok. Info Indonesia/Anita Putri)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan lima fokus kebijakan fiskal tahun 2022 yang memiliki tema 'Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural' sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022.

"Tema kebijakan fiskal 2022 memberi penekanan pada pemantapan pemulihan sosial-ekonomi sebagai penguatan fondasi mendukung pelaksanaan reformasi struktural lebih optimal," kata Menkeu Sri Mulyani dalam Paripurna DPR Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2022 di Jakarta, Kamis (20/5/2021) seperti dilansir Antara.

Fokus pertama adalah melanjutkan upaya pemantapan pemulihan ekonomi dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan untuk mendorong efektivitas penanganan COVID-19 sebagai kunci pemulihan ekonomi. Fokus kedua, yaitu menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial untuk memperkuat fondasi kesejahteraan sosial serta mencegah kenaikan kemiskinan dan kerentanan akibat dampak COVID-19.

"Ini termasuk memperkuat daya ungkit UMKM dan dunia usaha agar mampu bangkit kembali lebih kuat dan berdaya tahan," ujar Sri Mulyani.

Fokus ketiga adalah mendukung peningkatan produktivitas dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sistem kesehatan serta penguatan program perlindungan sosial.

Selain itu, perbaikan daya saing dan produktivitas juga akan dilakukan karena memerlukan investasi infrastruktur ICT, konektivitas, energi dan pangan untuk mendukung transformasi ekonomi.

"Reformasi struktural ini harus disertai penguatan institusional dan simplifikasi regulasi melalui reformasi birokrasi dan implementasi UU Cipta Kerja," beber Sri Mulyani.

Fokus keempat, yakni optimalisasi pendapatan, penguatan spending better dan inovasi pembiayaan menjadi kunci dalam rangka konsolidasi kebijakan fiskal yang adil dan berkelanjutan.

Sri Mulyani menuturkan upaya optimalisasi pendapatan ditempuh melalui penggalian potensi, perluasan basis perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi pengelolaan aset serta inovasi layanan. Hal itu dilakukan agar angka tax ratio dapat diperbaiki dalam jangka pendek dan menengah untuk mendukung penguatan ruang fiskal.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Siap Meluncur, iPhone 15 Disebut Mirip Android

Senin, 23 Januari 2023 | 13:10 WIB

Yeeeaa... Pertamax Turbo dkk Turun Harga

Jumat, 20 Januari 2023 | 14:26 WIB
X