Optimalkan BTT dan Bansos Instrumen Kendalikan Inflasi

- Rabu, 9 November 2022 | 15:19 WIB
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)

INFO INDONESIA. PEKANBARU - Pemerintah daerah (Pemda) didesak segera mengoptimalkan penggunaan belanja tidak terduga (BTT) dan bantuan sosial (Bansos) di sisa tahun anggaran 2022.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri per 4 November 2022, total alokasi anggaran BTT se-Indonesia adalah Rp17.515,82 triliun, namun yang baru terealisasi 12,74 persen atau Rp2.231,68 triliun.

"Ini belanja tidak terduga ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh semua provinsi, kabupaten/kota," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian di Pekanbaru, Selasa (8/11/2022).

Dia mengatakan, penggunaan BTT di tingkat provinsi, terealisasi baru 6,25 persen atau Rp611,60 miliar. Sedangkan di tingkat kabupaten baru sebesar 22,62 persen atau Rp1.302,32 triliun, serta di tingkat kota baru terealisasi 16,09 persen atau Rp317,76 miliar.

Mendagri menyebutkan, sebagian dana ini dicadangkan untuk kegiatan berhubungan dengan keadaan kedaruratan bencana, tapi sudah dikeluarkan surat, baik dari Kemenkeu maupun dari kami sendiri (Kemendagri), (bahwa daerah) dapat menggunakan (BTT) untuk penanganan inflasi.

Pemanfaatan BTT untuk mengendalikan inflasi merupakan salah satu intervensi dengan menggunakan instrumen keuangan. Terlebih, di sisa tahun anggaran 2022, masih terdapat BTT yang belum dioptimalkan.

"Bisa dimanfaatkan BTT ini untuk melakukan intervensi-intervensi, instrumen dari kepala daerah untuk melakukan intervensi pengendalian inflasi itu selain regulasi itu adalah instrumen keuangan. Dan di sinilah kita minta tolong manfaatkan betul BTT ini," kata Mendagri.

Merujuk pada sumber data yang sama, realisasi bansos juga dinilai masih jauh dari harapan. Dari total anggaran sebesar Rp12.452,58 triliun, baru terealisasi 49,51 persen atau Rp6.164,73 triliun.

"Mau diapakan (sisa dana di periode sisa tahun anggaran) satu setengah bulan, menjadi SiLPA? Padahal rakyat memerlukan.”

Halaman:

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo

Terkini

Siap Meluncur, iPhone 15 Disebut Mirip Android

Senin, 23 Januari 2023 | 13:10 WIB

Yeeeaa... Pertamax Turbo dkk Turun Harga

Jumat, 20 Januari 2023 | 14:26 WIB
X