Demi Ketahanan Pangan dan Energi, Empat BUMN Bakal IPO Tahun Depan

- Rabu, 7 Desember 2022 | 17:31 WIB
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury. (Prestige)
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury. (Prestige)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Kementerian BUMN berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) empat BUMN pada 2023.

Empat BUMN itu adalah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Palm Co, dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury, menjelaskan, penawaran saham ke publik dilakukan atas dasar rencana strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan energy.

Pahala menjelaskan, upaya peningkatan ketahanan energi diwakili oleh IPO PGE dan PHE, sedangkan ketahanan pangan diwakili oleh Palm Co dan Pupuk Kaltim.

Pada sektor ketahanan energi, Kementerian BUMN berupaya menurunkan Crude Palm Oil (CPO), meningkatkan cadangan migas nasional, dan meningkatkan bauran energi baru terbarukan, seiring dukungan kapasitas pengurangan emisi karbon.

Sementara, di sektor ketahanan pangan, Kementerian BUMN berupaya melanjutkan hilirisasi industri kimia dan peningkatan tingkat ketersediaan pupuk guna mendongkrak produktivitas pertanian. Selanjutnya, hilirisasi industri sawit karena masih minimnya CPO untuk produksi minyak goreng BUMN.

"Kami harap hilirisasi industri kelapa sawit, termasuk pengembangan industri minyak goreng, serta penambahan kapasitas biosolar melalui produksi (campuran biosolar) POME dan FAME diproduksi Palm Co," kata Pahala dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Pahala mengungkapkan, Pertamina Geothermal Energy (PGE) merupakan salah satu perusahaan energi panas bumi terbesar di dunia berdasarkan total kapasitas terpasang yang mencapai 672 megawatt. Targetnya, dalam 5 tahun ada penambahan kapasitas 600 megawatt. Apalagi, PGE sudah memegang sejumlah kontrak pengadaan tenaga listrik dengan PLN.

Dalam prosesnya, PGE sedang menyampaikan usulan rentang harga IPO kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan laporan keuangan per 2021, pendapatan PGE mencapai USD369 juta dengan EBITDA margin 78,7 persen.

Halaman:

Editor: Rusdiyono

Terkini

X