Menko Polhukam @mohmahfudmd Jelaskan Tidak Rekonsiliasi dengan HRS

- Sabtu, 12 Desember 2020 | 11:55 WIB
Menko Polhumkam, Mahfud MD (Foto: istimewa)
Menko Polhumkam, Mahfud MD (Foto: istimewa)

INFO INDONESIA.JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan kembali pemberitaan yang menyatakan bahwa pemerintah tidak akan kompromi dengan Imam Besar FPI, Habib Rizeiq Sihab.

Melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, ia menberikan klarifikasi tersebut, sebenarnya dari awal pemerintah ingin duduk bareng dan berekosiliasi dengan Habib Rizeq.

“Penjelasan: Sebenarnya, mlm sblm MRS mendarat, tgl 9/11/2020 jam 19 sy mengundang Tim Hukum MRS (Sugito dan Ari), sy ngajak diatur silaturrahim di tempat netral utk berdialog dgn MRS utk menjaga negara dan umat ber-sama2 demi kebaikan rakyat dan umat,” tulis Mahfud MD,  seperti dikutip Infoindonesia.id di laman Twitter pribadinya, Sabtu (12/12/2020).

 

Namun, Mahfud mengatakan, pihak Habib Rizieq malah memberikan syarat yang tinggi jika ingin berdialog dengannya. Pihak Habib Rizieq meminta syarat supaya pemerintah membebaskan beberapa terpidana. Karena alasan inilah Mahfud menerangkan pemerintah tidak akan berekonsiliasi dengan pihak Habib Rizeiq dan FPI.

 

“Tp apa jawabnya? Hr pertama dia berpidato lantang, "Mau rekonsiliasi dgn syarat pemerintah membebaskan terpidana teroris, melepas tersangka tindak pidana dgn nama2 ttt. Loh, blm silaturrahim sdh minta syarat tinggi. Maka sy tegaskan, Pemerintah tak berencana rekonsiliasi dgn MRS”.

Cuitan Mekopolhukam ini ditanggapi Netizen dengan berbagai tanggapan,  salah satunya akun @lieur_238 yang memaklumi prihal statemen pemerintah yang  tidak mau rekonsiliasi, namun dalam balasan retweet  tersebut ia sempat menanyakan 6 orang laskar FPI yang tertembak mati.

Halaman:

Editor: Redaksi

Terkini

Kaesang Dinilai Akan Gabung Politik Melalui PDIP

Rabu, 25 Januari 2023 | 07:56 WIB
X