Kepada PM Muhyiddin Yassin, Jokowi Minta Malaysia Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa

- Jumat, 5 Februari 2021 | 14:12 WIB
Presiden Jokowi dan PM Malaysia Muhyiddin Yassin melakukan
Presiden Jokowi dan PM Malaysia Muhyiddin Yassin melakukan

INFOINDONESIA. JAKARTA – Dalam kunjungan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhiyiddin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pemerintah Malaysia juga turut melawan diskriminasi komoditas sawit di pasar global.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama, usai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/2/2021).

“Indonesia akan terus berjuang untuk melawan diskriminasi terhadap sawit,” ujar Jokowi seperti dikutip Antara.  

Ia menuturkan, hal itu dimintanya agar lebih optimal dalam melawan diskriminasi sawit di pasar global.

“Perjuangan tersebut akan lebih optimal jika dilakukan bersama, dan Indonesia mengharapkan komitmen yang sama dengan Malaysia mengenai isu sawit ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia memprotes Uni Eropa mengenai terkait rencana aturan Arahan Energi Terbarukan II atau Renewable Energy Directives II (RED II) yang dinilai mendiskriminasikan kelapa sawit.

Dalam RED II tersebut, Uni Eropa menetapkan kelapa sawit sebagai tanaman berisiko tinggi (high risk) terhadap deforestasi. Untuk itu, mereka memutuskan untuk membatasi dan secara bertahap menghapuskan penggunaan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk biodiesel.

Dengan itu, Indonesia menyatakan siap menggugat Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) untuk memprotes diskriminasi tersebut. Uni Eropa sendiri merupakan salah satu pangsa pasar terbesar ekspor sawit Indonesia dengan besaran 12 persen. Adapun pasar terbesar minyak sawit Indonesia lainnya adalah China sebesar 18 persen, India 18 persen, dan Pakistan 8 persen.

Adapun dalam kunjungan PM Tan Sri Muhyidin, hadir dalam upacara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, serta rombongan pejabat negara yang dibawa PM Muhyiddin.

Upacara penyambutan resm dlakukani, keduanya lalu menuju ruang kredensial untuk mengikuti sesi foto bersama dan PM Muhyiddin juga mengisi dan mendatangani buku tamu. Presiden Jokowi serta PM Muhyiddin lantas melakukan pertemuan empat mata singkat di veranda Istana Merdeka. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X