Tiga Negara ASEAN Nyatakan Dukungan Terhadap Palestina

- Senin, 17 Mei 2021 | 09:38 WIB
Api dan asap membubung selama serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina, di Jalur Gaza selatan (11/5/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa/aww)
Api dan asap membubung selama serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina, di Jalur Gaza selatan (11/5/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa/aww)

INFO INDONESIA. JAKARTA – Tiga negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam satu suara soal konflik Israel-Palestina. Ketiga negara ini bersepakat mengecam serangkaian serangan Israel ke Palestina.

Pernyataan sikap tersebut dibuat tiga kepala negara yakni Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah tertanggal 16 Mei 2021.

"Bersama Perdana Menteri Malaysia dan Sultan Brunei Darussalam, kami merilis Joint Statement on the Escalation of Violence by Israelis in the Occupied Palestinian Territory," tulis Jokowi dalam akun Twitter-nya yang diunggah pada Minggu (16/5/2021) malam.

"Kami menegaskan kembali solidaritas kami kepada rakyat Palestina dan dukungan penuh untuk pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," tambahnya.

Dalam pernyataan sikap bersama itu, tertulis bahwa tiga negara ASEAN ini mengutuk keras peristiwa yang ada di Palestina. Ketiga negara tersebut pun kompak menyebut Israel telah melakukan pelanggaran berulang kali.

"Kami mengutuk dalam istilah terkuat pelanggaran dan agresi terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang menargetkan warga sipil di seluruh lokasi okupasi wilayah Palestina, khususnya di Yerussalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak," demikian pernyataan tertulis tersebut.

Indonesia bersama Malaysia dan Brunei Darussalam juga menilai apa yang dilakukan oleh Israel telah melanggar hukum internasional, termasuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM), kolonialisasi, dan politik apartheid (pemisahan ras). Oleh karena itu, diperlukan tindakan kolektif untuk mendesak Israel untuk bertanggung jawab atas tindak kekerasan yang dilakukannya.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal menghentikan serangan terhadap warga sipil, untuk mengambil langkah-langkah dalam menurunkan ketegangan situasi dan menegakkan hukum serta ketertiban internasional," bunyi pernyataan bersama itu.

Tak hanya itu, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam juga meminta kedua pihak yang bertikai, yakni Israel dan Palestina untuk menerima kehadiran sementara dunia internasional di Kota Al-Quds.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X