Tiga Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi

- Minggu, 12 September 2021 | 18:37 WIB
Petugas memasukkan peti mati korban kebakaran Lapas Tangerang ke ambulans. (Antara/Humas Ditjenpas)
Petugas memasukkan peti mati korban kebakaran Lapas Tangerang ke ambulans. (Antara/Humas Ditjenpas)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Tiga jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sehingga total keseluruhan sudah 10 korban yang diidentifikasi.

"Ketiganya yakni Hadi Wijoyo Bin Sri Tunjung Pamungkas berusia 39 tahun, Rocky Purmana Bin Syafrizal Sani usia 28 tahun dan Pujiyono Bin Mudori usia 28 tahun," kata Kepala Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System, Brigjen Hudi Suryanto, di Jakarta, Minggu (12/9/2021).

Ketiga jenazah tersebut langsung diserahkan kepada tim gabungan Kementerian Hukum dan HAM yang selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Jenazah Hadi Wijoyo berhasil teridentifikasi berdasarkan sidik jari, bekas luka di alis kanan, dan tato di punggung tangan kiri. Selanjutnya, jenazah diserahterimakan kepada keluarga korban dan dimakamkan hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Leuwiliang Bogor.

Jenazah kedua atas nama Pujiyono berhasil diidentifikasi berdasarkan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) yang mirip dengan ayah korban serta rekam medis berupa tato di punggung dan keterangan gigi. Setelah diserahkan kepada keluarga, jenazah akan dimakamkan di TPU Sindang Tengah, Tangerang.

Terakhir, jenazah Rocky Purmana berhasil teridentifikasi berdasarkan DNA yang 50 persen identik dengan ayah korban dan 50 persen lagi identik dengan ibunya. Selain itu, juga diperkuat melalui rekam medis korban yakni tinggi badan dan keterangan gigi. Warga Citayam Kampung Utan tersebut akan dimakamkan pada Senin (12/9) di TPU Kampung Kandang Ragunan.

Hudi mengatakan, dari korban meninggal akibat kebakaran lapas tersebut, total terdapat 10 data ante mortem telah diterima pihaknya untuk kepentingan identifikasi.

"Data ante mortem lengkap 41 telah diterima, termasuk data DNA narapidana warga negara asing dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," ujarnya.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkumham, Thurman Hutapea, menegaskan, tim gabungan bertanggung jawab penuh seluruh proses hingga pemakaman korban. Setiap keluarga korban masing-masing diberikan santunan sebesar Rp30 juta dan biaya pemakaman Rp6,5 juta.

Halaman:

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo

Terkini

X