KPK Tangkap Hakim Agung Atas Dugaan Suap Pengurusan Perkara

- Kamis, 22 September 2022 | 18:55 WIB
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan kesedihan harus menangkap hakim agung atas dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.

"KPK bersedih harus menangkap hakim agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

KPK mengharapkan penangkapan tersebut menjadi yang terakhir terhadap insan hukum.

"KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti, tetapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa, ternyata menjualnya dengan uang," jelas Ghufron.

Padahal, KPK sebelumnya juga telah memberikan penguatan integritas di lingkungan Mahkamah Agung, baik kepada hakim dan pejabat strukturalnya.

"Harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar, jangan hanya 'kucing-kucingan'. Berhenti sejenak ketika ada penangkapan, namun kembali kambuh setelah agak lama," tambah Ghufron.

Ghufron berjanji akan menjelaskan lebih detail pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Termasuk peranan para pihak dan besaran suap.  

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa pihak atas dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung pada Rabu (21/9/2022) malam.

"Pihak-pihak dimaksud saat ini sudah diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan dan klarifikasi," ucap Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.

Halaman:

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo

Terkini

Kaesang Dinilai Akan Gabung Politik Melalui PDIP

Rabu, 25 Januari 2023 | 07:56 WIB
X