Autopsi Korban Kanjuruhan Batal, TGIPF Pastikan Tak Ada Intervensi Polri

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 13:31 WIB
Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Foto: Lucky Aditya/Viva)
Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Foto: Lucky Aditya/Viva)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) melakukan penelusuran batalnya proses autopsi korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan.

Perwakilan TGIPF Armed Wijaya memastikan tidak ada intimidasi dari pihak kepolisian terhadap keluarga korban.

“Bukan intervensi, mungkin pada saat pembuatan konsep draf pembatalan, keluarga tidak paham, sehingga ada anggota yang menuntun. Karena pembatalan itu juga hak keluarga," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (20/10/2022).

Armed menjelaskan, TGIPF melakukan penelusuran dengan mendatangi Devi Athok, ayah kandung korban meninggal tragedi Kanjuruhan, Natasya (18) dan Nayla (13) di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (19/10/2022).

Penelusuran dilakukan setelah tersebar informasi proses autopsi dibatalkan karena ada intervensi pihak kepolisian kepada pihak keluarga korban.

Kedatangan TGIPF difasilitasi langsung oleh Imam Hidayat, kuasa hukum Devi Athok. Dalam pertemuan itu, tim menanyakan apa penyebab jadwal autopsi yang sudah direncanakan mendadak dibatalkan.

"Kami tanyakan langsung kepada keluarga korban terkait rencana autopsi. Karena keluarga korban sebelumnya sudah berjalan lancar, tahu-tahu ada pembatalan oleh keluarga. Isunya pembatalan ada intimidasi oleh anggota kepolisian," kata Armed.

Armed menyebutkan, kedatangan TGIPF untuk mengklarifikasi informasi adanya intimidasi tersebut. "Kami menggali info, ternyata info intervensi anggota itu tidak benar," ujarnya.

Penjelasan dari pihak kuasa hukum keluarga, kata dia, pembatalan datang dari pihak keluarga korban, terutama ibu korban yang tidak tega bila jenazah anaknya diautopsi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X