Koalisi Gerindra - PKB Stagnan, Sulit Menang di Pilpres

- Jumat, 25 November 2022 | 14:07 WIB
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, melakukan tos usai mendaftarkan partai politik peserta Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Senin (8/8/2022). (Info Indonesia/Akbar Budi P)
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, melakukan tos usai mendaftarkan partai politik peserta Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Senin (8/8/2022). (Info Indonesia/Akbar Budi P)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ada perubahan yang signifikan. Apalagi, kedua partai itu belum ada tanda-tanda deklarasi calon presiden yang akan didukung di 2024.

"Sejak dibentuk Agustus lalu, Koalisi Gerindra-PKB memang tampak mengalami stagnasi dengan belum dideklarasikan nya pasangan capres-cawapres," kata Analis politik dari Citra Institute, Yusak Farchan kepada Info Indonesia, Jumat (25/11/2022).

Yusak mengatakan, belum ada deklarasi soal capres dari koalisi tersebut, karena Gerindra dan PKB belum menemukan titik temu mengenai figur yang akan dijadikan capres. 

Selain itu, Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sama-sama didukung internal partai untuk maju sebagai calon presiden.

Jika dari salah satu figur itu mengalah sebagai calon wakil presiden, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) itu juga akan sulit menang bilamana Prabowo berpasangan dengan Cak Imin.

"Kalaupun Cak Imin mengalah menjadi cawapres, Koalisi Indonesia Raya juga tampak belum percaya diri menang," jelasnya.

Makin sulit lagi, ketika Ganjar Pranowo diusung PDIP sebagai calon presiden. Dan hadirnya Anies Baswedan sebagai tandingan untuk pasangan Prabowo - Cak Imin.

Menurutnya, kedua pasangan tersebut akan sulit mendapatkan suara di Pilpres mendatang. 

"Apalagi jika yang dilawan adalah poros Ganjar dan poros Anies Baswedan," demikian Yusak.

Halaman:

Editor: Akbar Budi Prasetya

Terkini

X