Soal Pemimpin Berambut Putih Lebih Merakyat Hanya Kiasan Politik Belaka

- Jumat, 2 Desember 2022 | 13:38 WIB
Analis Politik dari Universitas Indonesia, Ade Reza Haryadi.
Analis Politik dari Universitas Indonesia, Ade Reza Haryadi.

INFO INDONESIA. JAKARTA - Pernyataan Presiden Jokowi soal pemimpin berambut putih yang lebih memikirkan rakyat seperti memberikan sinyal kepada figur tertentu. Kendati begitu, bisa aja hal itu disampaikan hanya bagian dari strategi politik yang dimainkan Jokowi.

"Bisa juga kiasan politik belaka," kata analis politik dari Universitas Indonesia, Ade Reza Haryadi kepada Info Indonesia, Jumat (2/12/2022).

Namun, kata Reza, pernyataan Jokowi yang seakan memberikan dukungan terhadap figur tertentu itu mendahulukan PDIP. Sebab, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang hak prerogatif yang dapat menentukan siapa yang akan maju di Pilpres 2024.

"Tidak strategis bagi Jokowi jika merujuk pada figur tertentu, apalagi jika figur itu kader PDIP seperti Ganjar Pranowo, karena sebagai kader PDIP tentu Jokowi tidak akan mendahului sikap resmi Megawati sebagai ketum PDIP," jelasnya.

Reza menilai, antara PDIP dan Jokowi nampaknya saling mempengaruhi dalam kandidasi calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. Disisi lain, terang Reza, PDIP membutuhkan dan pengaruh elektoral Jokowi untuk memenangkan Pemilu.

Sebaliknya, kata Reza, Jokowi memerlukan PDIP agar mendukung capres yang dapat melanjutkan legacy politiknya. Jokowi memiliki kepentingan untuk memastikan program strategis nasionalnya dalam dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

"Oleh karena itu, Jokowi dan PDIP akan lebih baik jika sejalan dan mutualistik dalam menghadapi pemilu," tandasnya.

Editor: Akbar Budi Prasetya

Terkini

X