Ajak PKS Gabung KIB, PAN Tidak Memiliki Kemampuan Pengaruhi Parpol Lain

- Jumat, 9 Desember 2022 | 16:29 WIB
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara. (Dok. Info Indonesia).
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara. (Dok. Info Indonesia).

INFO INDONESIA. JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) merayu PKS dan Gerindra untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Namun, PAN tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi partai politik lain, sebab partai pimpinan Zulkifli Hasan itu bukan partai papan atas.

“PAN hanya partai papan tengah, bukan partai papan atas seperti PDIP, Gerindra dan Golkar yang lebih punya kapasitas untuk mengajak partai politik lain untuk bergabung atau membentuk koalisi,” kata Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara saat diwawancarai Info Indonesia, Jumat (9/12/2022).

Menurut Igor, yang dilakukan PAN hanya gimmick atau manuver politik menuju 2024. Sebab, di internal PAN sendiri tidak memiliki calon presiden yang bisa diusung di pemilihan presiden (Pilpres) di 2024.

“Itu sebab PAN gagal menawarkan ketumnya sendiri, Zulhas menjadi figur untuk diusung, tetapi mencomot sosok lain seperti Ganjar atau Erick Thohir untuk diusung,” ucapnya.

Padahal, kata Igor, para konstituen PAN lebih mendukung sosok Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Menurutnya, permainan politik yang dijalankan PAN saat ini sangat berbeda dengen Pemilu sebelum-sebelumnya.

Dahulu, kata dia, PAN mampu memajukan Hatta Rajasa sebagai cawapres di 2014. Namun, perolehan suara PAN kembali menurun di Pemilu 2019.  PAN juga diprediksi akan terlempar dari Senayan di Pileg 2024 pasca berpisah dengan patronnya Amien Rais.

“Oleh karena itu, PAN sekarang ini akan berupaya kuat mempertahankan posisinya agar tetap eksis di parlemen 2024 nanti,” katanya.

Salah satu caranya bergabung ke dalam pemerintahan. Selain itu, merekrut artis dan Purnawirawan TNI untuk jadi caleg PAN. Hal ini dilakukan agar PAN mendapatkan perhatian publik. Sehingga dengan begitu, PAN akan mendapatkan efek ekor jas dari para caleg tersebut.

“Mengkomunikasikan dukungan  figur yang populer untuk mendapat simpati berupa coattail effect (efek ekor jas),” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Akbar Budi Prasetya

Terkini

X