Eks Koruptor Dilarang Langsung Nyaleg, KPU Belum Terbitkan PKPU Baru Pencalonan Legislatif

- Sabtu, 10 Desember 2022 | 14:46 WIB
Ilustrasi Gedung KPU RI
Ilustrasi Gedung KPU RI

INFO INDONESIA. JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI hingga kini belum menerbitkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) pencalonan legislatif sebagai tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang eks napi koruptor baru keluar penjara untuk nyaleg.

Begitu disampaikan Anggota KPU RI, Mochammad Afiffudin saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (10/12/2022).

"Yang PKPU pencalonan legislatif kebetulan belum kami keluarkan," katanya.

Afiffudin menegaskan bahwa Putusan MK akan menjadi landasan bagi KPU RI dalam merancang PKPU pencalonan legislatif di Pemilu Serentak 2024. Kata Afif, KPU pasti menindak lanjuti putusan MK.

"Pasti kita jadikan norma put MK tersebut dan akan diadaptasi," tuturnya.

Sebelumnya pada Rabu (30/11/2022), MK memutuskan untuk mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan oleh karyawan swasta Leonardo Siahaan.

Permohonan yang dikabulkan tersebut terkait dengan larangan bagi mantan narapidana kasus korupsi atau koruptor untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif selama lima tahun sejak ia dibebaskan atau keluar dari penjara.

Menurut MK, norma Pasal 240 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Adapun Pasal 240 ayat (1) huruf g UU Pemilu menyebutkan bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah warga negara Indonesia dan harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana.

Halaman:

Editor: Akbar Budi Prasetya

Terkini

X