Kasus COVID-19 Naik, Malaysia Lockdown Nasional Mulai 12 Mei Hingga 7 Juni

- Selasa, 11 Mei 2021 | 11:43 WIB
Ilustrasi Malaysia. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi Malaysia. (Dok. Pixabay)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan pemberlakuan Perintah Kawalan Pergerakan (Movement Control Order) di seluruh negeri mulai 12 Mei hingga 7 Juni 2021, menyusul tren peningkatan kasus harian COVID-19.

"Berdasarkan tren kasus-kasus harian COVID-19 yang semakin meningkat, pemerintah telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih tegas dan ketat untuk mengekang penularan wabah COVID-19 dalam masyarakat," kata PM Muhyiddin dalam pernyataan pers kepada media di Putrajaya, Senin (10/5/2021), seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, saat ini jumlah kasus harian melebihi 4.000 kasus dengan 37.396 kasus aktif dan 1.700 kasus per 10 Mei 2021. Dengan fakta tersebut, Negeri Jiran tengah menghadapi gelombang ketiga COVID-19.

"Adanya varian-varian baru dengan kadar penularan yang lebih tinggi, kekangan kapasitas sistem kesehatan umum yang semakin terbatas dan kelemahan pematuhan SOP menuntut pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih drastis," sebut PM Muhyiddin.

Data dan sains terus menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas berkelompok dengan tidak mengindahkan jaga jarak dan keberadaan orang banyak dalam ruang yang sesak menjadi penyebab utama penularan COVID-19.

Sehubungan hal itu, ujar dia, sidang khusus Majelis Keselamatan Negara Mengenai Pengurusan COVID-19 memutuskan melarang perjalanan lintas daerah dan negeri kecuali untuk tujuan darurat, kesehatan, bekerja, ekonomi, vaksinasi dan bertemu pasangan jarak jauh.

Selain itu, semua bentuk perhimpunan sosial termasuk kenduri, majelis perkawinan dan pertunangan, majelis doa selamat dan tahlil, majelis makan malam, majelis sambutan hari jadi serta majelis-majelis resmi pemerintah dan swasta juga dilarang.

Majelis akad nikah dibolehkan dengan jumlah kehadiran dan SOP yang ditentukan oleh pihak berkuasa agama Islam negeri bagi orang Islam dan Jabatan Pendaftaran Negara bagi orang bukan Islam.

"Melarang semua aktivitas olahraga dan rekreasi kecuali olahraga dan rekreasi individu di kawasan terbuka seperti jogging, sepeda dan senam dengan jaga jarak," ungkap PM Muhyiddin.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

4 Keistimewaan Oppo A17K, Harga Sehat di Kantong

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:20 WIB

Wow... Kecerahan Xiaomi Seri 13 Mencapai 1.900 Nits

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:00 WIB
X