Perjuangan Mengembalikan "Bestie" ke Habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser

- Senin, 28 November 2022 | 12:27 WIB
Harimau Sumatera bernama Bestie dilepasliarkan di di Keudah, Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Jumat (25/11/2022). (Humas KLHK)
Harimau Sumatera bernama Bestie dilepasliarkan di di Keudah, Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Jumat (25/11/2022). (Humas KLHK)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melepasliarkan seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang diberi nama Bestie.

 

Bestie berhasil dilepasliarkan di Keudah, Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) menggunakan helikopter dengan metode longline dari Bandara Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Jumat (25/11/2022). Sejatinya, pelepasliaran dilaksanakan pada kamis (24/11/2022), namun ditunda karena kendala cuaca yang tidak mendukung.

 

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, Zona Inti TNGL dipilih sebagai lokasi yang cocok untuk lepas liar Bestie, mengingat merupakan habitat Harimau Sumatera. Apalagi, Bestie juga berasal dari TNGL. Hasil survei juga menemukan tanda-tanda keberadaan satwa, seperti rusa, kijang, dan kambing hutan, yang merupakan mangsa Harimau Sumatera.

Sebelumnya, Bestie adalah Harimau Sumatera yang masuk perangkap kandang jebak di Sei Sirah, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, 31 Agustus 2022. Kemudian, dilakukan observasi di Lembaga Konservasi Medan Zoo dengan maksud untuk memudahkan proses pemeriksaan kesehatan satwa sebelum dilepasliarkan.

Hasil pengecekan kesehatan Bestie yakni berat badan 65 kilogram, suhu tubuh normal, sudah tidak ditemukan caplak, luka pada ekor dalam proses penyembuhan, serta detak jantung dan pernapasan normal. Setelah pengecekan kesehatan di Lembaga Konservasi Medan Zoo, kemudian dilakukan proses persiapan pelepasliaran dari Sanctuary Harimau Sumatera di Barumun, Kabupaten Padang Lawas Utara, 15 September 2022.

Setelah tiga bulan dirawat di Sanctuary Harimau Sumatera Barumun, Bestie lalu siap dilepasliarkan. Hasil pemeriksaan terakhir berat badan Bestie adalah 80 kg. Luka ekor juga sudah sembuh dan secara keseluruhan dalam keadaan sehat dan layak untuk dilepasliarkan.

Selanjutnya, Jumat (19/11/2022), Bestie dipindahkan dari Barumun ke Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Selama dalam perjalanan darat, Bestie selalu dimonitor oleh Tim BBKSDA Sumatera Utara yang dipimpin oleh Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza, dan Tim Medis, Anhar Lubis.

Halaman:

Editor: Rusdiyono

Terkini

4 Keistimewaan Oppo A17K, Harga Sehat di Kantong

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:20 WIB

Wow... Kecerahan Xiaomi Seri 13 Mencapai 1.900 Nits

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:00 WIB
X