Penulis Berdedikasi, Musdah Mulia dan Eka Budianta Raih Penghargaan Satupena Awards 2022

- Rabu, 7 Desember 2022 | 14:25 WIB
Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena memberikan apresiasi untuk penulis berdedikasi berupa penghargaan melalui Satupena Awards 2022, dengan kategori non-fiksi yang diberikan kepada Musdah Mulia dan kategori fiksi untuk Eka Budianta (Istimewa).
Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena memberikan apresiasi untuk penulis berdedikasi berupa penghargaan melalui Satupena Awards 2022, dengan kategori non-fiksi yang diberikan kepada Musdah Mulia dan kategori fiksi untuk Eka Budianta (Istimewa).

INFO INDONESIA. JAKARTA - Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena memberikan penghargaan Satupena Awards 2022 kepada dua penulis Indonesia yang dianggap berdedikasi. Diantaranya adalah Musdah Mulia untuk kategori non-fiksi dan Eka Budianta untuk kategori fiksi.

Ketua Umum Satupena, Denny JA, mengatakan, penghargaan itu diberikan kepada para penulis berdedikasi tinggi yang menggerakan literasi dan menghidupkan Indonesia sebagai negara yang berbudaya.

Denny JA menyampaikan, dalam menetukan penerima penghargaan ini, Satupena melakukan proses seleksi secara ketat dan peniai serta penjurian secara berjenjang selama tiga bulan. Juri yang dilibatkan diantaranya para penulis dan pengurus Satupena dari Aceh hingga Papua.

Suara mereka ditampung dan diseleksi oleh enam koordinator Satupena dari enam pulau, koordinator Sumatra, Jawa, Bali-NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. “Mereka adalah Anwar Putra Bayu, Dhenok Kristianti, I Wayan Suyadnya, Hamri Manoppo, M Thobroni dan FX Purnomo,” jelas Denny JA dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Dalam menentukan peraih penghargaan, dewan juri melakukan beberapa pertimbangan yang sangat ketat dan selektif. Sehingga, pada akhirnya diputuskan bahwa yang menerima penghargaan itu adalah Musdah Mulia dan Eka Budianta.

Denny JA mengungkapkan, sosok Musdah Mulia dipilih karena dedikasinya sebagai penulis buku yang mencerahkan untuk tema emansipasi wanita, dengan perspektif tafsir agama secara modern.

Musdah aktif  juga di berbagai organisasi perempuan, dan juga organisasi profesi, seperti Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Women Shura Council (Majelis Perempuan Ulama berpusat di New York). Dia bersama K.H Abdurrahman Wahid, Djohan Effendi dan sejumlah pemuka agama lainnya juga mendirikan ICRP (Indonesian Conference on Religions for Peace).

Musdah dikenal dengan karya-karyanya yang sangat vokal menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, prinsip keagamaan yang moderat dan cinta perdamaian, di antaranya adalah, “Muslimah Reformis: Perempuan Pembaru Keagamaan” (Mizan, 2005), “Perempuan dan Politik” (Gramedia, 2005), “Membangun Surga di Bumi: Kiat-Kiat Membina Keluarga Ideal dalam Islam” (Gramedia, 2011), “Mengupas Seksualitas” (Serambi, 2015), dan “Ensiklopedia Muslimah Reformis: Pokok-Pokok Pemikiran untuk Reinterpretasi dan Aksi” (Penerbit Baca, 2020).

Sementara itu, Eka Budianta karena dedikasinya di dunia sastra. Dia dianggap oleh para juri sangat paripurna. Dia menguasai teori kesastraan secara mendalam. Selain dikenal sebagai seorang penulis senior yang banyak menghasilkan karya sastra, utamanya puisi dan prosa, dia juga berperan serta menumbuhkan penyair serta penulis muda melalui Yayasan Pustaka Sastra yang dia dirikan bersama F. Rahardi.

Halaman:

Editor: Akbar Budi Prasetya

Terkini

4 Keistimewaan Oppo A17K, Harga Sehat di Kantong

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:20 WIB

Wow... Kecerahan Xiaomi Seri 13 Mencapai 1.900 Nits

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:00 WIB
X