POLHUKAM

Jokowi Berharap Medsos Sejuk dan Teduh

Presiden RI, Joko Widodo - Foto: istimewa
Presiden RI, Joko Widodo - Foto: istimewa


JAKARTA - Presiden Jokowi berharap penggunaan media sosial hanya diisi dengan kesejukan dan keteduhan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam keterangannya, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (19/12/2020).

Jhonny menambahkan, konten – konten positif dan membawa kesejukan didalam medsos memang amanat dari undang-undang. Meski selama ini belum bisa menerapkan bahwa media sosial (medsos) sudah semestinya dipakai untuk hal positif.

"Apa yang disampaikan Bapak Presiden itu harapan masyarakat dan amanat UU," ucap Johnny, Sabtu (19/12).

"Selama ini masyarakat atau sebagian masyarakat belum melaksanakan dengan benar," tambahnya.

Kemenkominfo sejak awal juga sudah melakukan berbagai hal agar media sosial diisi oleh konten-konten bermanfaat. Mulai dari literasi hingga pemblokiran konten-konten bermuatan negatif.


Tidak hanya itu, menurut Jhonny, para tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga media juga harus berperan dalam memberikan konten yang menyejukkan di media sosial.

"Kominfo lakukan literasi bersama kementerian dan lembaga lainnya. Tokoh agama, dunia usaha, dunia pendidikan dilakukan secara masif, termasuk media," imbaunya.

Kerja keras Kominfo dalam meminimalisir konten – konten yang berbau Hoax dan mengandung SARA dengan memblokir adalah juga amanat undang-undang, karena sejatinya medsos itu digunakan untuk hal yang bermanfaat bagi negara, bangsa, dan masyarakat

"Itu pekerjaan setiap hari Kominfo untuk melaksanakan undang-undang, dan UU mengamanatkan agar medsos itu digunakan untuk hal yang bermanfaat bagi negara, bangsa, dan masyarakat," tandasnya. (red)

Editor: Andyanto