DAERAH

Nilai Lamban Penanganan di Bawaslu Mahulu, Dugaan Politik Uang Dua Anggota DPRD Mahulu Dilaporkan ke Bawaslu Kaltim

Indra Jaya saat menunjukan bukti laporan ke Bawaslu Kaltim, Jumat (18/12/2020).
Indra Jaya saat menunjukan bukti laporan ke Bawaslu Kaltim, Jumat (18/12/2020).

INFO INDONESIA, SAMARINDA – Dua oknum anggota DPRD Mahakam Ulu diduga terlibat politik uang pada Pilkada Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur. Keduanya telah dilaporkan ke Bawaslu Mahulu namun dianggap lamban proses. Sebab, sejak sebelum pencoblosan sampai saat ini belum ada hasil. “Kita sudah serahkan berkas ke Bawaslu Kaltim agar bisa membantu proses Pilkada yang terjadi di Mahakam Ulu,” ungkap Indra Jaya, calon wakil Bupati yang mendampingi Juan Jeno pada Pilkada 2020 di Mahulu, kepada awak media, Jumat (18/12/2020). Untuk itu dirinya meminta kepada Bawaslu Kaltim agar jadi perhatian khsusus. “Kami harap Bawaslu bisa tindak tegas oknum anggota dewan yang bagi-bagi uang itu,” tegas dia. Indra menyebut timnya menyertakan barang bukti berupa bagi ada pembagian uang sebesar Rp 300.000 per orang bahkan paling tinggi Rp 900.000. “Itu ada videonya. Praktik dugaan politik uang itu hampir terjadi di lima kecamatan. Videonya tersebar di media sosial. Semua masyarakat Mahakam Ulu tahu,” tegas dia. Divisi Hukum DPD PDI Perjuangan Kaltim, Roy Hendrayanto menambahkan, pihaknya ikut menemani Indra Jaya melaporkan kasus ini ke Bawaslu Provinsi Kaltim. “Kami dari pihak provinsi mendampingi untuk menyampaikan keluhan ke Bawaslu di Kabupaten Mahakam Ulu sangat tertutup. Untuk penanganan yang telah terjadi. Dan adanya bukti-bukti video yang kita dapat,” tambahnya. Selanjutnya, ia bersama Indra Jaya yang telah memiliki bukti-bukti berupa video dan foto menjadi dasar adanya pelanggaran tersebut.


Editor: Rio Taufiq Adam