DAERAH

Pandemi Covid-19

Kisah Gubernur NTB tentang Kebijaksanaan

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menandatangani prasasti Pura Bhujangga saat acara Melaspas dan Mewinten Pemangku di Lombok Tengah, Selasa (29/12/2020). (Humas Pemprov NTB)
Gubernur NTB Zulkieflimansyah menandatangani prasasti Pura Bhujangga saat acara Melaspas dan Mewinten Pemangku di Lombok Tengah, Selasa (29/12/2020). (Humas Pemprov NTB)

Lombok Barat - Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menghadiri acara ’Melaspas dan Mewinten Pemangku’ sekaligus penandatanganan prasasti Pura Bhujangga, di Pura Bhujangga Waisnawa, Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, (29/12/2020).

Dalam acara tersebut, gubernur bertutur tentang seorang pemuda yang mengadakan perjalanan yang jauh untuk menemukan ketenangan dan ingin mengetahui kunci kebahagiaan.

Pada penghujung ceritanya, gubernur menyampaikan bahwa, rahasia menjalanai hidup tenang, mencicipi kebahagiaan, serta menghadirkan rasa bijaksana di dalam hati, seperti manusia suci, formulanya ialah sikap ramah dan selalu bertegur sapa di mana pun dan kepada siapa pun.

”Formulanya, Anda tidak boleh ada jarak psikologis untuk bertegur sapa,” tutur gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini.

Manusia modern saat ini, lanjut Bang Zul, sering mengalami kehampaan. Hal itu disebabkan karena tidak adanya hubungan baik dengan kerabat dan orang-orang sekitarnya.


”Oleh karenanya kita membutuhkan para pemangku, pedanda, para orang suci, yang bukan hanya mampu memberikan sesuatu dalam psikologis kita untuk punya keberanian berinteraksi, dengan siapa saja. Tapi juga mengingatkan manusia dengan material yang dimiliki ini, untuk tetap tekun merenungi sendok dan dua tetes minyak untuk tidak jatuh,” katanya memberi analogi tentang kebijaksanaan.

Lebih jauh Bang Zul mengatakan, pandemi Covid-19 ini merupakan salah satu cara Tuhan menegur manusia. Agar di tengah keberlimpahan materi yang dimiliki, dan tinggi jabatan yang diduduki, mampu memaksa kaki untuk berjalan ke tempat terpencil, bertemu dengan orang suci untuk merenungi betapa pentingnya kita di hadapan yang Kuasa.

Sementara itu, Guru Mangku, Gede Wenten menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran gubernur beserta rombongan. Juga atas bantuan serta perhatian Pemerintah Provinsi NTB sehingga kegiatan dan pembangunan tempat ibadahnya dapat diresmikan pada hari ini.

”Gubernur selalu hadir di tengah kita, selalu memberikan semangat kepada seluruh rakyat NTB, bagaiamanpun sibuknya, beliau tidak pernah lelah, beliau sangat menghargai kita semua,” tutup dia. (*)

Editor: Rio Taufiq Adam