DAERAH

Pendidikan di Kalimantan Timur

Wakil Rakyat di Senayan Dukung Penundaan Pembelajaran Tatap Muka

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Istimewa)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Istimewa)

Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk menunda pembukaan sekolah dan tetap memberlakukan kebijakan belajar dari rumah. Hal ini sebagaimana tertuang dalam surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (30/12/2020).

”Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengenai penyelenggaraan pembelajaran pendidikan pada masa pandemi Covid-19 mengedepankan prinsip kesehatan dan keselamatan semua peserta didik dan penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, untuk sementara waktu tetap menyelenggarakan pembelajaran dari rumah (BDR) dan menunggu hingga situasi aman,” begitu isi surat yang ditandatangani oleh Kadisdik Provinsi Kaltim Anwar Sanusi.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh SMA, SMK, dan SLB/SKh se-Kalimantan Timur. Menanggapi hal itu wakil rakyat di Senayan, asal Kaltim Hetifah Sjaifudian mendukung kebijakan tersebut. ”Saya rasa baik sekali kebijakan ini diambil dengan prinsip kehati-hatian. Hal itu lebih utama dibandingkan target capaian lainnya,” ujarnya.

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi X itu mengatakan, dampak negatif pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga lebih sedikit terasa untuk siswa yang lebih dewasa. ”Risiko seperti learning loss, gangguan psikologis, dan lainnya yang disebabkan PJJ lebih besar untuk anak usia yang lebih kecil. Siswa setingkat SMA mungkin lebih mudah menyesuaikan dengan BDR, termasuk dalam penggunaan teknologi,” paparnya.

Hetifah berharap, dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan untuk siswa setingkat SD dan SMP.  ”Untuk kabupaten/kota yang sekiranya bisa melaksanakan BDR dengan baik, sebaiknya pilihan itu yang diambil. Namun jika tidak, persyaratannya harus benar-benar dikontrol. Seluruh komponen masyarakat harus ikut mengawasi.” pungkasnya. (*)


Editor: Rio Taufiq Adam