DAERAH

Afifah Nahdan, Anak Penderita Gizi Buruk yang Viral di Medsos

Gerak Cepat, Gubernur Langsung Beri Bantuan

Petugas Pilar Sosial dari Dinas Sosial Provinsi NTB mendatangi Afifah Nahdan yang dilaporkan mengalami gizi buruk. (Humas Pemprov NTB)
Petugas Pilar Sosial dari Dinas Sosial Provinsi NTB mendatangi Afifah Nahdan yang dilaporkan mengalami gizi buruk. (Humas Pemprov NTB)

INFOINDONESIA. Bima - Di pengujung 2020, intensitas pengaduan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terus bergulir di media sosial (medsos).

Kali ini Afifah Nahdan, anak asal Dusun Sondo, Desa Baralau, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima mendapatkan atensi dari Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. Afifah diberikan bantuan sosial dan pelayanan kesehatan setelah kondisinya mencuat di medsos.

Dari pengaduan di medsos dan pemberitaan, gubernur langsung merespons dengan mengintruksikan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk melakukan asesment terhadap Afifah dan diberikan tindakan sesuai kapasitas masing-masing.

Hasil asesment Pilar Sosial Pendamping PKH dan TKSK di Kabupaten Bima, bahwa Afifah Nahdan adalah anak yang diduga mengalami kondisi gizi buruk. Dia adalah puteri dari Syamsudin dan Sarina yang merupakan penerima PKH dan BPNT Kemensos RI. Hanya saja, keluarga tersebut belum mendapatkan BPJS Kesehatan.

Hasil asesment Pilar Sosial Pendamping PKH dan TKSK di Kabupaten Bima, bahwa Afifah Nahdan adalah anak yang diduga mengalami kondisi gizi buruk. Dia adalah puteri dari Syamsudin dan Sarina yang merupakan penerima PKH dan BPNT Kemensos RI. Hanya saja, keluarga tersebut belum mendapatkan BPJS Kesehatan.

”Untuk meringankan beban keluarga, Bang Zul memberikan bantuan sembako dan sejumlah dana,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Akhsanul Khalik, Kamis (31/12/2020).


Hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan NTB, sekaligus juga dilakukan pemeriksaan kesehatan. Termasuk dengan memeriksa penyakit penyerta kondisi anak sesuai dugaan informasi di medsos. Bahwa anak itu menderita gizi buruk.

”Saat ini pula, anak tersebut sedang dalam proses pelayanan di puskesmas,” ujar Khalik.

Mantan Kepala BPBD NTB itu menyebutkan, Dinas Sosial dan jajaran Pilar-Pilar Sosial terus memantapkan kapasistas dan pelayanan pada 2021. Hal itu dilakukan demi mendukung seluruh kebijakan gubernur.

Sehingga, seluruh karyawan, dan Pilar Sosial di jajaran provinsi dan kabupaten/kota, selalu menanamkan di dalam sanubarinya untuk terus melayani dengan hati.

”Aksi 4CT itu adalah aksi Cepat Temu, Cepat Tanggap, Cepat Tindak dan Cepat Tuntas,” Tutup Khalik.

Editor: Rio Taufiq Adam