POLHUKAM

Fraksi Nasdem Dukung Polisi Tindak Tegas Pemasangan Logo FPI

Emblem FPI (istimewa)
Emblem FPI (istimewa)

INFOINDONESIA – Maklumat yang dikeluarkan oleh Kapolri Idham Aziz tentang pelarangan beredarnya logo, simbol atau atribut FPI didukung oleh Ketua Fraksi Partai NasDem, Ahmad M Ali.

“Mendukung penuh segala pelarangan kegiatan dan penggunaan simbol atau atribut organisasi FPI yang nyata-nyata bertentangan dengan ketetntuan hukum yang berlaku,” kata Ahmad M Ali, melalui keterangannya, Jumat (1/1/2021).

Fraksi NasDem DPR pun mendorong segenap aparatur negara untuk bersikap tegas, adil dalam menegakkan hukum, serta sigap menindak setiap potensi yang akan mengganggu ketertiban umum, sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku, dalam rangka terjaganya eksistensi ideologi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ali mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga ketertiban, ketentraman, serta keharmonisan sosial di tengah kehidupan bersama. "Fraksi Partai NasDem DPR mengajak seluruh warga bangsa untuk menghidupkan semangat dialog, toleransi, dan gotong-royong di tengah kehidupan sosial kita," katanya.

Wakil ketua Umum Partai NasDem ini mengatakan, dalam berbangsa dan bernegara harus berdasarkan ketentuan yang telah disepakati bersama.

"Inilah esensi kehidupan republik sebagai bentuk negara kita Indonesia. Tidak boleh ada satu pun golongan atau kelompok yang bertindak sewenang-wenang dan melampaui hukum. Tidak boleh ada satu pun entitas yang memaksakan pandangan, kehendak, atau kebenaran yang diyakininya terhadap entitas yang lain," katanya.

Lebih lanjut, kata dia, Indonesia negara yang multikultural, dimana didalamnya berisi beragam cara pandang, bahasa, tradisi, paham, ideologi, hingga aliran keyakinan.

"Sejak dulu kala, fakta ini sudah diterima oleh bangsa-bangsa di Nusantara sebagai kenyataan yang dijalani dengan penuh kedewasaan. Karena itulah, salah satu Bintang Penuntun kehidupan berbangsa di negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Adanya perbedaan, kata Ali, hendaknya menjadi modal bagi segala sikap dan tindakan seluruh elemen dan anak bangsa Indonesia, yang ditujukan semata-mata untuk melahirkan berbagai bentuk kebaikan bersama.

"Sebab, jika tidak demikian maka perbedaan bukan lagi menjadi rahmat melainkan laknat bagi kita sebagai bangsa," ucapnya.

Editor: Hadits Abdilah