WISATA

Pengerjaan 780 Hari, Benteng Pendem Mulai Ditata

Kawasan Pusaka Benteng Pendem yang mulai ditata Kementerian PUPR. (Dok. Kementerian PUPR)
Kawasan Pusaka Benteng Pendem yang mulai ditata Kementerian PUPR. (Dok. Kementerian PUPR)

INFOINDONESIA. JAWA TIMUR – Penataan kawasan cagar budaya Benteng Van Den Bosch atau yang dikenal Benteng Pendem mulai dilakukan.  

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, konsep revitalisasi benteng yang berada di Ngawi, Jawa Timur itu akan disesuaikan dengan fungsi kota Ngawi sebagai kota tujuan wisata yang mempertahankan kearifan lokal.

Penataan ini juga telah dimatangkan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah.

Basuki menekankan, revitalisasi Benteng Pendem akan tetap mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya.

“Destinasi wisata heritage yang berada di Kelurahan Pelem, Ngawi ini  dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa,” ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya yang dikutip InfoIndonesia, Rabu (6/1/2021).

Benteng peninggalan Belanda itu juga dahulunya berfungsi sebagai pusat pertahanan, gudang peluru, dan barak pasukan. Sayangnya, saat ini kondisinya terlihat memprihatinkan dan minim perawatan.

Selain itu, kondisi dinding bangunan utama yang berada di kawasan tersebut juga telah rusak dan kusam, serta beberapa bagian bangunan juga hilang.

Restorasi Benteng Pendem sebelumnya telah dilakukan pihaknya melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya sejak 10 Desember 2020. Restorasi itu dilakukan dengan tetap melindungi elemen-elemen bangunan utama, sesuai dengan tahapan pelestarian bangunan gedung cagar budaya, sehingga pemugaran tidak menghilangkan arsitektur asli bangunan tersebut.

“Terdapat 13 bangunan yang akan dilakukan restorasi diantaranya bangunan barak tentara, mess perwira, dapur umum, kediaman dan kantor jenderal, baston, dan gerbang,” tuturnya.

Mereka juga melakukan tahap penataan kawasan dengan membangun jalan/akses, drainase, pedestrian, jembatan, dan lansekap. Selain itu dibangun fasilitas tambahan seperti deep wheel, power house, toilet, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan sarana prasarana air bersih.

Dalam eksekusinya, Kementerian PUPR menggandeng PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pengerjaan 780 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Januari 2023.

Penataan Benteng Pendem Ngawi seluas kurang lebih 42.181 m2 itu menggunakan anggaran revitalisasi bersumber dari APBN Tahun 2020-2023 (Multy Years Contract) dengan nilai kontrak Rp 113,7 miliar.

Basuki berharap, program revitalisasi Benteng Pendem dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik atau manca negara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Terlebih kata dia, bangunan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung karena selain bangunannya yang megah dan bagus juga banyak memiliki spot foto yang sangat menarik.

Selain itu, Benteng Pendem bisa menjadi destinasi wisata pilihan di Kabupaten Ngawi yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam dari Kota Surabaya via Tol Trans Jawa. Lokasinya berada sekitar 3 Km dari pusat kota Kabupaten Ngawi.

Editor: Aprilia Rahapit