DAERAH

YLKI: Kecelakaan Sriwijaya SJ 182 Kado Terburuk Awal 2021

Kabel-kabel yang diduga serpihan kecelakaan Sriwijaya SJ 182. (dok. Kemenhub)
Kabel-kabel yang diduga serpihan kecelakaan Sriwijaya SJ 182. (dok. Kemenhub)

INFOINDONESIA. JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) angkat bicara terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu  pada 14.36 WIB, Sabtu (9/1/2021).

“Kecelakaan ini merupakan kado terburuk di sektor transportasi udara, di awal tahun 2021,” papar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/1/2021).

YLKI juga meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan pesawat dari hilir hingga hulu.

“ YLKI juga meminta Kemenhub untuk meningkatkan pengawasan yang lebih ketat kepada semua maskapai udara, guna menjamin aspek keselamatan  penerbangan secara keseluruhan, dan khususnya perlindungan konsumen jasa penerbangan,” papar Tulus.

Tulus menegaskan kecelakaan ini merupakan bentuk pelanggaran terberat pemenuhan hak-hak konsumen jasa penerbangan, hal ini juga masuk dalam konteks Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.


“Sebagai penumpang pesawat, konsumen mempunyai hak atas keselamatan, keamanan dan kenyamanan; selama menggunakan jasa penerbangan,” tegasnya.

YLKI juga meminta Kememhub dan pihak maskapai Sriwijaya menjamin penuh hak-hak keperdataan konsumen yang menjadi korban kecelakaan SJ 182, baik materiil maupun immateriil.

“Sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, sebagai penumpang, konsumen mempunyai hak atas kompensasi dan ganti rugi saat menggunakan produk barang dan atau jasa, dalam hal ini jasa penerbangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tulus juga menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan yang menimpa 62 orang penumpang.  Pihaknya berharap seluruh penumpang bisa ditemukan dan selamat.

Editor: Aprilia Rahapit