POLHUKAM

Sriwijaya SJ 182 Hilang Kontak, Pengamat Minta Menhub Atur Batas Usia Pesawat

Pesawat Sriwijaya Air. (Istimewa)
Pesawat Sriwijaya Air. (Istimewa)

INFOINDONESIA. JAKARTA – Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan kode penerbangan SJ 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu kemarin.

Tragedi tersebut memicu banyak dugaan penyebab mulai dari usia, kondisi pesawat hingga faktor cuaca.

Diketahui  pesawat tersebut mulai terbang secara perdana pada 13 Mei 1994 dengan dua mesin CFM56-3C1. Sriwijaya Air sendiri telah menggunakannya sejak Mei 2012.

Dalam kecelakaannya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 bertipe Boeing 737-524(WL) dengan registrasi PK-CLC itu dikabarkan membawa 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, pilot-kopilot, satu “safety flight officer”, dan tiga awak kabin.


Melalui keterangan persnya, praktisi hukum, Husendro, menyinggung pasal 24 UU RI Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Di sana diatur bahwa setiap pesawat udara  di Indonesia wajib memiliki tanda pendaftaran.

Pasal 26 ayat 1 huruf c mengatur bahwa salah satu syarat pendaftaran pesawat udara adalah memenuhi ketentuan persyaratan batas usia pesawat udara yang ditetapkan oleh Menteri.

Ia menuturkan, kategori pesawat peruntukan transportasi angkut penumpang terbagi menjadi dua, hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 160 tahun 2015 tentang Peremajaan Armada Pesawat Udara Angkutan Udara Niaga.

Jenis pesawat yang pertama kali didaftarkan dan dioperasikan di wilayah Republik Indonesia, berusia maksimum 10 tahun tertuang pada pasal 2. Sementara pada pasal 3 menjelaskan, untuk yang non pertama kali tetapi beroperasi di Indonesia, berusia maksimum 30 tahun.

Kemudian PM nomor 160 tahun 2015 diubah dengan PM nomor 7 tahun 2016,  khusus hanya mengubah tentang pesawat kargo. Batas usia pesawat untuk kategori transportasi penumpang tidak diubah.

Selain itu PM nomor 160 tahun 2015 dan PM nomor 7 tahun 2016 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi berdasarkan PM nomor 155 tahun 2016 tentang Batas Usia Pesawat Udara yang Digunakan untuk Kegiatan Angkutan Udara Niaga.

Berdasarkan PM Nomor 155 tahun 2016, usia batas pesawat untuk pendaftaran pertama berubah menjadi maksimum 15 tahun, dan non pendaftaran pertama menjadi 35 tahun.

Kemudian pada 13 Mei 2020 Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut peraturan batas usia pesawat udara yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga.

Dengan ini, pesawat yang dioperasikan di Indonesia menjadi tidak memiliki aturan batas usia operasi.

"Bahwa dengan alasan meningkatkan investasi di bidang penerbangan, PM nomor 155 tahun 2016 dicabut melalui PM nomor 27 tahun 2020 yang ditandatangani pada 13 Mei 2020. Dengan kata lain tidak ada lagi pembatasan batas usia pesawat untuk jenis transportasi penumpang atau niaga,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).

Padahal, UU Penerbangan mengamanatkan batas usia pesawat diatur dalam peraturan meteri sebagai syarat pesawat dapat dioperasikan di Indonesia. Tapi ia tekankan bahwa pernyataannya ini tidak berarti usia pesawat sebagai penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182.

Namun ia berharap agar Kementerian Perhubungan dapat memperhatikan UU Penerbangan tentang batas usia pesawat.  Ia juga meminta perhatian Presiden untuk persoalan ini.

“Usia pesawat ada kaitannya dengan potensi kecelakaan atau gangguan teknis mesin? Saya kira para ahli bidang ini yang mampu menjawabnya. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian Presiden agar mengevaluasi regulasi keamanan penerbangan di Indonesia,” tutupnya.

 

Editor: Aprilia Rahapit