WARNA-WARNI

Viral, Semangat Hidup Seorang Guru Honorer di Lembah Baliem Papua

Sulaiman guru honorer yang tinggal di Lembah Baliem, Papua. (Twitter/@danielsinaga)
Sulaiman guru honorer yang tinggal di Lembah Baliem, Papua. (Twitter/@danielsinaga)

INFOINDONESIA. JAKARTA – Di tengah duka kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182, ada sisi lain yang tak kalah menyedihan. Pagi ini, Senin (11/1/2021) nama Sulaiman mencuat dalam trend Twitter yang diserbu sebanyak lebih dari enam ribu komentar. Lalu siapa Sulaiman itu?

Salah satu warganet bernama Daniel Leonard Sinaga @danielsinaga menceritakan sosok Sulaiman sebagai guru honorer dan pendeta di Desa Wamerek, yang jaraknya jauh di pedalaman pegunungan tengah, Lembah Baliem, Wamena, Papua.

Ia memberi judul postingannya dengan nama “Cerita dari Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi”. Mengawal cerita, Daniel pernah menginap satu malam di rumah Sulaiman yang berbangun Honai sebagai rumah adat suku Dani di lembah Baliem.

“Beliau sudah puluhan tahun menjadi guru honorer. Bisa dikatakan beliau menjadi suku satu-satunya tenaga pengajar bagi anak didiknya, karena kepala sekolah dan guru PNS tinggal di kota. Mereka hanya datang sebulan sekali. Di awal bulan atau saat ujian,” tulis Daniel.

Menurut Daniel, hal itu tidaklah adil. Bahkan Ia terkejut, dengan kondisi seperti itu tidak sedikitpun Sulaiman menunjukkan rasa keluh khususnya menghadapi sikap atasan dan rekan-rekan kerjanya yang hanya ingin mengajar pada waktu-waktu tertentu.

“Ketika saya tanya apakah gaji sebagai honorer cukup untuk kebutuhan rumah tangganya, beliau menjawab lebih dari cukup. Karena sebenarnya beliau tidak harus menjadi guru honorer jika hanya untuk memenuhi rumah tangganya,” paparnya.

Daniel memandang, apa yang dilakukan Sulaiman dengan hidup yang selalu merasa cukup, serta gaji honorer yang tidak seberapa adalah bentuk pelayanannya kepada Tuhan. 

“Ladang dan kebun sudah memenuhi semua kebutuhan rumah tangganya. Menjadi guru honorer adalah bentuk pelayanan terhadap Tuhan, sebagaimana beliau memimpin jemaatnya di setiap ibadah hari Minggu," tutup Daniel.

Sulaiman menjadi satu-satunya yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana yang didukung oleh missionaris yang bertekad kuat mendiidik anak-anak Lembah Baliem untuk bisa sejajar dengan anak-anak daerah lainnya.

 

Daniel bersyukur, semangat missionaris itu turun ke dalam diri Sulaiman. Setiap petang, banyak anak yang berkumpul di rumahnya untuk belajar membaca hingga berhitung, semangat Sulaiman mengajar juga membuat anak-anak tersebut juga antusias belajar di luar jam sekolah.

Postingan tersebut telah dikomentari lebih dari 7.500 tweet, dan disukai 22,4 ribu warganet. Ada yang menyayangkan dengan kondisi Sulaiman, bahkan menginginkan membantu Sulaiman mengajar anak-anak di Wamena.

“Ka Daniel saya suka mengajar juga. Boleh tektokan gak gimana caranya bisa kesana?” tulis @mikkimoseese.

“Kakak bisa ikut Indonesia Mengajar, Papua Mengajar. Ya program seperti itu,” Danil menjawab.

 Sementara dalam trend Twitter, tidak sedikit postingan Daniel di bagikan ulang dengan pernyataan yang mendukung dan menganggap bahwa Sulaiman sebagai pahlawan.

“God bless u Pak Sulaiman. The real “from Zero to Hero” tulis @mio3gp

“Sebagai anak muda, ngerasa malu bgt, karena masih suka itung2an dan maunya lancar2 ajaaa.. Sehat, panjang umur & selalu menginsprirasi ya Pak Sulaiman,” tulis @cinzkhaa.

 

 

 

Editor: Aprilia Rahapit