POLHUKAM

Kecelakaan Sriwijaya SJ 182, MAKI Lapor Kelalaian ke Bareskrim Pekan Depan

Pesawat Sriwijaya Air (Istimewa)
Pesawat Sriwijaya Air (Istimewa)

INFOINDONESIA. JAKARTA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akan melaporkan insiden kecelakaan pesawat Sriwijaya Air kepada pihak kepolisian. Pelaporan tersebut sekaligus bentuk pembelaaan terhadap keluarga korban.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan salah satu keluarga korban, namun belum memberikan kuasa kepadanya untuk melaporkan insiden tersebut.

Meski begitu, pihaknya telah berniat memberikan advokasi secara umum dengan mewakili lembaga advokasi MAKI maupun Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI).

“Nah itu akan membuat laporan tertulis kepala Bareskrim jadi bentuknya apapun itukan ada kecelakaan dan ada yang meninggal,” ujar Boyamin melalui pesan suara kepada InfoIndonesia. Selasa (12/1/2021).

Ia menuturkan, terdapat beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang memberikan hukuman kepada yang lalai dan mengakibatkan orang meninggal dunia. Laporan itu rencananya akan diserahkan ke Bareskrim pekan depan.


“Jadi aku akan membuat laporan kepada kepolisian dugaan tindak pidana atas kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dunia. Nanti siapa yang bertanggung jawab lalai itu ya aku serahkan sepenuhnya kepada polisi,” sambung dia.

Boyamin menuturkan, kelalaian bisa terjadi karena faktor human error atau apapun bahkan bisa jadi akibat faktor cuaca, sehingga pihaknya tidak menentukan detil siapa yang dilaporkan atas insiden tersebut kepada Kepolisian.

“Kondisinya kan hujan lebat, ya mungkin saja tidak laik untuk tidak dilakukan penerbangan,” paparnya.

Mestinya kata dia, kehati-hatian itu menjadi perhatian saat pesawat beroperasi di tengah cuaca yang buruk. Berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai penumpang salah satu maskapai, saat akan melandas di Solo di tengah kondisi cuaca buruk pesawat yang ditumpanginya itu berputar sekitar lima kali hingga akhirnya kembali ke Jakarta.

“Kemudian pesawatnya memiliki balik ke Jakarta. Turun sebentar menunggu cuaca Solo baik, baru dia terbang lagi dan kemudian baru landing, nah mustinya kehati-hatian itu seperti ini. Sehingga tidak pada posisi lalai,” sambung dia.

Meskipun di Indonesia belum pernah ada tindak pidana atas peristiwa kecelakaan pesawat terbang,  namun pihaknya akan tetap memberikan laporan terhadap kepolisian.

“Sehingga betul-betul cermat dalam mengizinkan atau membuat pesawat itu terbang, baik dari sisi tehnik, cuaca maupun juga dari orangnya dalam hal ini kru, misal dari segi psikotest dan lainnya agar safety aman dan kemudian bisa terbang,” paparnya.

Sebelumnya, Boyamin sempat membuat laporan kecelakaan Lion Air JT-610, namun hingga kini hasil laporan tersebut belum ada belum ada tindak lanjut kepolisian.

“Dengan kasus Sriwijaya maka aku tetap akan bikin laporan dengan harapan kedua kasus ditindaklanjuti meskipun tidak harus berproses ke Pengadilan, tergantung alat buktinya,” tandasnya.

Editor: Aprilia Rahapit