EKONOMI

Pertumbuhan Kredit di China Melambat

Ekonomi di China masih mengalami kontraksi di tengah pandemi Covid-19. (Forbes)
Ekonomi di China masih mengalami kontraksi di tengah pandemi Covid-19. (Forbes)

INFOINDONESIA. JAKARTA - Pertumbuhan kredit China melambat pada Desember 2020. Hal itu menunjukkan bahwa peningkatan kredit besar-besaran sejak tahun lalu mungkin telah mencapai puncaknya karena bank sentral berupaya untuk menormalkan kebijakan.

Dilansir Bloomberg, Selasa (12/1/2021), People’s Bank of China menyatakan pembiayaan agregat yang disalurkan di negara tersebut adalah CNY 1,72 triliun atau setara USD 266 miliar.

Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan November yang mencapai  CNY 2,13 triliun. Sebagian besar penurunan berasal dari penurunan besar dalam aktivitas shadow-banking.

Jumlah pembiayaan baru yang diberikan lembaga keuangan pada bulan tersebut sebanyak CNY 1,26 triliun. Lebih rendah dari pada November tetapi lebih tinggi dari Desember 2019.

Adapun, jumlah uang beredar M2 yang luas tumbuh 10,1 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, stok kredit yang beredar adalah CNY 284,8 triliun  pada Desember, tumbuh 13,3 persen secara tahunan. Tetapi melambat dibandingkan pertumbuhan November. Stok pinjaman CNY naik menjadi 171,6 triliun.

Sebenarnya, ketika pemulihan ekonomi berlangsung, bank sentral China telah mulai menjajaki kemungkinan keluar dari beberapa langkah stimulus darurat yang diluncurkan selama pandemi. Sembari mempertahankan dukungan yang diperlukan di area tertentu.

Dalam wawancara dengan Kantor Berita Xinhua yang dikelola negara pada Jumat, Gubernur bank sentral China, Yi Gang mengatakan, kebijakan moneter pada 2021 harus stabil.

Dia menambahkan bahwa likuiditas harus dijaga agar tetap wajar dan memadai, dan tingkat pertumbuhan suplai uang M2 dan pembiayaan sosial agregat harus sesuai dengan kenaikan produk domestik bruto.

Dia juga mengindikasikan langkah pengetatan pasokan kredit, dengan memperhatikan kebutuhan untuk mencegah risiko keuangan dan menstabilkan rasio leverage makro.

”Pertumbuhan kredit mungkin telah mencapai puncaknya November lalu,” tulis ekonom Macquarie Group Ltd. yang dipimpin oleh Larry Hu.

Editor: Rio Taufiq Adam