WARNA-WARNI

Viral Tangan Vaksinator Jokowi Gemetaran, Ini Riwayat Pendidikan dan Reputasi Abdul Muthalib

Vaksinator Presiden Joko Widodo (Jokowi), Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM. (tangkapan layar)
Vaksinator Presiden Joko Widodo (Jokowi), Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM. (tangkapan layar)

INFOINDONESIA. JAKARTA – Usai dilakukannya vaksinasi Covid-19 secara perdana di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Jagat Twitter seketika diramaikan dengan trend “Dokter” yang diserbu lebih dari 5.000 komentar warganet.

Ternyata dokter yang dimaksud warganet itu adalah Prof. Dr. Abdul Muthalib. Ia merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dokter Kepresidenan.

Warganet menyoroti dirinya yang tengah menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada orang pertama yang divaksinasi yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat menyuntikkan vaksin di lengan kiri Jokowi, tangannya Abdul dengan jelas terlihat bergetar, beruntung penyuntikkan vaksin tersebut berjalan dengan lancar.

Kalo sorotan kameranya muter ke arah audience, bisa diliat regu tembak udah standby. Jaga jaga dokternya salah nusuk. Makanya gemeter,” tulis @ebluemouse.

Luar biasa loh buat dokter yang nyuntik pak jokowi, luar biasa dokternya. Ga semua org brani pasti, Tuhan memberkati pak! Salutttt. Gemeter itu wajar kok, karna baru pertama kali dan mencoba hal baru,” tulis @gitajenggae.

Biasanya yang disuntik gemetaran, ini malah dokternya yang tremor,” @Ujunami.

Lebih dari itu, sebagian warganet lainnya mengaku salut terhadap Abdul. Mereka menganggap wajar dengan tangan yang gemeteran menyuntik orang nomor satu di Indonesia itu.

Dokternya juga manusia. Orang nomor satu ni bro yg disuntik. dibalakang sdh siap senjata kalau salah sedikit. Kalau gw, belum disuntik pak presidennya, gw udh bakalan jatuh pingsan duluan. Aku padamu dok. Respect untuk pak dokter,” tulis @FAM97096651

Sempat diwawancara usai memberi vaksin Abdul memang mengaku gemetar saat menyuntik Presiden Jokowi.

"Menyuntik orang pertama di Indonesia ada rasa juga, tapi tidak ada halangan bagi saya untuk menyuntikkan, pertama saja gemetaran tidak ada masalah tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya," ungkap Muthalib.

Namun Abdul bersyukur, proses penyuntikkan yang dilakukannya tidak membuat Jokowi merasakan sakit.

"Tadi pertama menunjukkan vaksin Sinovac dan setelah disuntik tidak ada merasa sakit sedikit pun Alhamdulilah berhasil menyuntik bapak Presiden tanpa rasa sakit," kata Abdul Muthalib.

Untuk diketahui, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM kelahiran Jakarta 3 Januari 1945.  

Dilansir ui.ac.id, Abdul juga merupakan Guru Besar Spesialis Penyakit Dalam Universitas Indonesia (UI). Abdul mendapatkan gelar spesialisnya dengan menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI) pada 1969.

Kemudian di universitas yang sama mendapatkan gelar S2 pada 1980, serta Pendidikan Konsultan pada 1986.

Ia juga tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDSPDI).  

Tak hanya itu, Ia juga adalah anggota International Society of Hematology (ISH) dan International Society of Thrombosis and Haemostasis (ASTH) hingga sekarang, sebagai Supervisor.

Adapun Karya Ilmiah hasil penelitiannya antara lain seperti Preliminary Results of Multicenter Phase II Trial of Docetaxel (Taxotere) in Combination with Doxorubicin as First Line Chemotherapy in Indonesia Patiens with Advanced or metastatic Breast Cancer yang dimuat dalam Japanese journal of cancer and Chemotheraphy tahun 2000.

Kemudian hasil karya ilmiahnya berupa buku adalah "Prinsip-prinsip Pemantauan Pasien Kanker Rawat Jalan" dan "Terapi Pada Perawatan Paliatif".

Kemudian buku panduan untuk petugas kesehatan seperti "Perawatan Paliatif dan Bebas Nyeri pada Penyakit Kanker" (2003).  Ia juga pernah mendapatkan pengharhaan Asian Clinical Oncology Society pada tahun 1999.

Editor: Aprilia Rahapit