DAERAH

Muhammad Samsun Penerima Vaksin Pertama di Kalangan DPRD Kaltim

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun. (Nina Iskandar/InfoIndonesia)
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun. (Nina Iskandar/InfoIndonesia)

INFOINDONESIA. SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) langsung mengeluarkan kebijakan terkait penerima vaksin pertama  sejak datangnya vaksin Covid 19 di Kaltim pada Selasa (5/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padillah Mante Runa, mengatakan penerima vaksin pertama adalah para tokoh dan pejabat. Alasannya, agar masyarakat yakin bahwa vaksin Covid-19 aman digunakan, terlebih telah melewati uji klinis.

“Ini upaya kami juga, untuk meyakinkan warga, bahwa vaksin Covid-19 ini tidak berbahaya. Jadi harapannya agar warga mau di vaksin. Ini demi terbebasnya kita dari bencana penyakit Covid 19 di Kaltim,” tuturnya

Diketahui, yang pertama divaksinasi di kalangan dewan adalah Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun pada esok, Kamis (14/1/2021). Ia mengaku menjadi yang pertama karena memenuhi syarat, Ia juga tidak merasa khawatir menjelang divaksinasi.

“Ya alhamdulillah, saya dipilih menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama di DPRD Kaltim. Ini sebagai Perwakilan DPRD. Sebenarnya Ketua DPRD Kaltim, tapi karena syarat tidak terpenuhi, dan saya lolos kriteria, maka saya yang terima lebih dulu mewakili teman teman dewan,” papar Samsun.


Samsun melanjutkan, bahwa kepercayaan kepada pemerintah sangatlah penting baginya. Dengan kepercayaan itu Ia sangat berharap agar vaksinasi ini mampu meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Tidak ada persiapan apapun, saya siap sekali, dan menjadi orang pertama menerima Vaksi ini bagian dari kebanggaan juga,” terangnya

Rasa percaya tersebut Ia harapkan juga tertanam dalam benak masyarakat. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu takut, ataupun terbawa dengan isu miring terkait vaksin Covid-19. Selain itu baginya tidak mungkin pemerintah mau mengorbankan atau membahayakan rakyatnya.

“Itu mustahillah. Jangan terbawa isu, apalagi membagi isu miring soal Vaksin ini. Sudah jelas ini solusi untuk menghentikan pandemi ini. Jangan-jangan orang yang suka menyebar ketakutan itu lah yang tidak mau, negara ini sukses menyelamatkan rakyatnya. Kita harus bisa menilai.” tutupnya

 

Editor: Aprilia Rahapit