EKONOMI

Saham Bergerak Tak Terkendali, BEI Awasi BRIS

Bank Rakyat Indonesia Syariah. (Istimewa)
Bank Rakyat Indonesia Syariah. (Istimewa)

INFOINDONESIA. JAKARTA - Saham PT BRISyariah Tbk. (BRIS) melonjak drastis beberapa hari terakhir. Hal itu menyusul proses penggabungan tiga bank syariah plat merah yang ditarget rampung pada 1 Februari 2021 nanti.

Namun, karena isu tersebut, saham BRIS mengalami pergerakan sangat fantastis di bursa saham. Sehingga membuat Bursa Efek Indonesia pun mengeluarkan surat yang menyebutkan BRIS sebagai daftar saham yang dalam pengawasan.

Pengumuman ini berdasarkan surat BEI yang ditandatangani oleh Kepala DIvisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Padjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Irvan Susandy.

Disebutkan saham ini masuk dalam kategori saham yang bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

”Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang- undangan di bidang Pasar Modal,” tulis surat tersebut.

Namun demikian, BEI tetap meminta investor untuk memerhatikan jawaban Perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya yang disampaikan perusahaan.

Bursa juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila belum mendapatkan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Keterbukaan informasi disampaikan perusahaan terakhir pada 6 Januari 2021 lalu terkait dengan penjelasan atas permintaan penjelasan bursa dan laporan informasi atau fakta material perubahan Anggaran Dasar PT Bank BRIsyariah Tbk.

Kenaikan tertinggi saham ini telah terjadi dalam waktu enam bulan terakhir dengan kenaikan sebesar 1.148,37 persen. Pernah mencapai harga tertingginya sepanjang masa di Rp 3.980/saham.

Sedangkan pada perdagangan sesi I hari ini, saham BRIS ditutup harga Rp 3.820/saham, 1,60 persen sepanjang pagi.

Editor: Rio Taufiq Adam