DAERAH

Gempa Sulbar, Warganet Deretkan dengan Kecelakaan Sriwijaya SJ 182, Banjir Kalsel hingga Syekh Ali Jaber

Bangunan yang ambruk akibat gempa bermagnitude 6,2 pada Jumat dini hari, (15/1/2021)
Bangunan yang ambruk akibat gempa bermagnitude 6,2 pada Jumat dini hari, (15/1/2021)

INFOINDONESIA. JAKARTA – Gempa di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bermagnitude 6,2 yang terjadi pada pukul 01.28 WIB, Jumat (15/1/2021) menjadi sorotan warganet Twitter.

Pantauan INFOINDONESIA, hashtag #gempamajene seketika trending dalam pencarian Twitter yang disebut lebih dari 6.000 komentar warganet. Hashtag tersebut mengalahkan #TangkapAhokdanRaffi dengan total dibawah 4.000 komentar perpukul 09.06 WIB.

Sejumlah warganet prihatin dengan gempa tersebut, selain itu juga banyak yang menggabungkan dengan bencana-bencana sebelumnya seperti kecelakaan Sriwijaya SJ182, meninggalnya ulama Syekh Ali Jaber dan banjir Kalimantan Selatan.

Pertama, Sriwijaya Air #SJ182 jatuh di kepulauan seribu. Kemudian, Longsor di Sumedang. Lalu, Banjir besar di Kalimantan Selatan. Kemarin, Syekh Ali Jaber wafat. Sekarang, datang #GempaMajene 6.2SR, ya Allah, 2021 baru dua minggu berjalan. Lindungilah kami,” tulis @udapinto

Bencana lagi ya Allah... semoga gak banyak korban jiwa di #gempamajene dan semoga cepet dapet bantuan I thought 2021 much better from 2020.. I was wrong,” tulis @daffana


Nggak ngerti lagii bencana bertubi2 #gempamajene,” tulisnya.

Sejumlah warganet juga memposting foto kantor Gubernur Sulawesi Barat yang berada di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju yang ambruk pasca diterjang gempa dengan tulisan “Pray For Sulbar”. Adapun warganet yang kesal dengan  postingan foto maupun video korban yang disebar dalam tren tersebut.

Innalilahi wa Inna ilaihi rooji'un #gempamajene Stop share foto/video korban, mengertilah, biarpun niatmu baik namun itu perbuatan keji,” tulis @msfarih

BPBD Mamuju perpukul 06.00 WIB melaporkan tiga orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, dan 2.000 warga telah diungsikan. Evakuasi masih terus dilakukan khususnya di bangunan-bangunan yang ambruk.

Sejumlah warga dikabarkan masih terjebak dalam bangunan yang ambruk tersebut, khususnya seperti Rumah Sakit Mitra Mamuju. Adapun bangunan rusak berat lainnya adalah Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar.

Selain itu, jaringan listrik juga dikabarkan masih dalam kondisi padam pascagempa. Akibat gempa tersebut, terjadi tiga titik longsor sepanjang jalan poros Majene-Mamuju yang menyebabkan akses jalan terputus.

Editor: Aprilia Rahapit