WISATA

Ajak WNA Pindah ke Bali Lewat Jalur Ilegal, Kristen Gray Akhirnya Dideportasi

Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)


INFOINDONESIA. JAKARTA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali memutuskan untuk menindaklanjuti kasus Kristen Gray, bule asal Amerika Serikat yang mengajak Warga Negara Asing (WNA) lainnya untuk berpindah ke Bali dengan cara ilegal.

“Dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian (pengusiran) sebagaimana tersebut pada pasal 75 ayat 1 dan ayat 2 huruf f Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Wilayah Bali Jamaruli Manihuruk, Selasa (19/1/2021).

Gray dideportasi bersama pasangan sesama jenisnya dengan masa tidak boleh memasuki Indonesia selama enam bulan.

“Pasangannya juga akan dideportasi bersama-sama. Enam bulan itu tidak boleh masuk ke Indonesia,” sambungnya.

Dalam proses pendeportasian tersebut, saat ini Gray ditempatkan di ruang detensi kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.


Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, bule keturunan Afrika itu dianggap telah menyebarkan informasi yang dianggap meresahkan masyarakat Indonesia.

Adapun pernyataan Gray yang membuat resah itu adalah terkait LGBTQF (queer friendly) di mana di Provinsi Bali memberikan kenyamanan dan tidak dipermasalahkan.

Kemudian Ia mengatakan adanya kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi. Pernyataannya tersebut patut diduga melanggar pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Kemigrasian.

Pasal tersebut berbunyi, pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundangundangan.

Tak hanya itu, kegiatan bisnisnya dengan mempromosikan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata Bali juga dikenai sanksi sesuai pasal 122 huruf a Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal itu berbunyi bahwa setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya.

Dengan ini, Kanwil Kemenkumham Bali menegaskan kepada Warga Negara Asing agar dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini untuk mematuhi protokol kesehatan serta mengikuti prosedur yang benar tentang pengurusan Visa dan selama berada di Indonesia.

Seperti diketahui, pemilik akun @kristentootie itu sempat viral di Twitter sejak Sabtu (16/1/2021). Ia memposting ajakan WNA untuk berpindah ke Bali di tengah pandemi Covid-19 dengan jalur ilegal.

Ia merekomendasikan agennya dan menyebut bawa hidup di Bali berbiaya murah, nyaman dan ramah bagi LGBTQ+.

Gray juga mempromosikan tips kepada WNA lain dengan e-booknya seharga 30 USD atau Rp422 ribu (nilai tukar: Rp14.126), dan biaya konsultasi sebesar 50 USD atau Rp704 ribu.


Video Terkait:
Dua Remaja Pukul Kepala Dandim Karena Tolak Test Swab
Editor: Aprilia Rahapit