POLHUKAM

Luhut Hibahkan Tanah 10 Hektare

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama pengurus PBNU (Foto: IG @luhut.pandjaitan)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama pengurus PBNU (Foto: IG @luhut.pandjaitan)

INFOINDONESIA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menghibahkan 10 hektare tanah kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Tanah yang terletak di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor ini rencananya akan digunakan untuk membangunan gedung Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

"Saya senang sekali hari ini saya bisa berkunjung lagi ke rumah saudara saya, warga Nahdliyin untuk menunaikan amanat sekaligus janji yang sempat saya bicarakan dengan guru saya, Almarhum Gus Dur presiden RI ke-4," cuit akun @LuhutBinsarFans yang dikutip Infoindonesia.id, pada Jumat (22/1/2021).

Dalam cuitan tersebut, diterangkan, tanah seluas 10 hektar tersebut milik kolega Luhut, Trenggono Ting pemilik PT Sentul City.

"Dan saya mengusulkan kepada beliau agar menghibahkan tanahnya untuk dijadikan universitas NU," terangnya.


Didampingi salah satu putri Almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, Luhut menyaksikan langsung proses hibah tanah seluas 10 hektare tersebut.

"Pembangunan UNUSIA ini terjadi atas kerja sama antara PBNU dengan beberapa pihak, salah satunya adalah PT Sentul City. Saya diterima langsung oleh ketum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj dan didampingi oleh para pengurus PBNU," jelasnya.

Menteri kelahiran 28 September 1947 lalu ini tampak serius menanggapi pembangunan UNUSIA. Di depan para pengurus PBNU, Luhut menyampaikan keseriusannya untuk ikut serta terlibat dalam perencanaan pembangunan UNUSIA.

"Maka dari itu para pengurus PBNU saya usulkan untuk merumuskan dan menentukan seperti apa “grand design”-nya, jika sudah disepakati nanti kita cari siapa yang mendesain untuk membuat masterplan dari pembangunan UNUSIA ini," tulisnya.

Luhut juga menyampaikan harapanya, agar kampus ini dapat melahirkan banyak intelektual yang menjunjung tinggi kebhinnekaan, religiusitas yang nasionalis dan tentunya berbudaya. Sesuai dengan jati diri warga Nahdliyin yang religius namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya nusantara.

"Sehingga dengan keberadaan UNUSIA ini menjadi rumah bagi para cendekiawan dan intelektual yang memiliki misi kemanusiaan yaitu menjunjung tinggi kepedulian dan toleransi terhadap sesama anak bangsa," tandasnya. (red)

Editor: Andyanto