POLHUKAM

Kemenkes Tak Sebar SMS Blast, Nakes Daftar Vaksinasi Manual

 Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi

INFOINDONESIA, JAKARTA - Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya kini tak lagi mengirimkan SMS blast untuk para tenaga kesehatan (nakes) yang terdaftar dalam prioritas.

Nadia menjelaskan, mekanisme SMS blast untuk registrasi ulang sudah tidak berlaku. Namun secara otomatis nakes yang sudah terdaftar dalam sistem PPSDM Kemenkes akan memiliki elektronik tiket dan bisa langsung melakukan vaksinasi Covid-19 di faskes yang telah ditunjuk.

"Mekanisme SMS blast untuk registrasi ulang sudah tidak ada, SDM Kesehatan yang terdaftar pada sistem PPSDM Kemenkes akan memiliki e-tiket sehingga bisa langsung vaksinasi di faskes yang sudah teregistrasi," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Senin (25/1/2021).

Adapun nakes yang belum terdaftar dalam prioritas penerima vaksin Covid-19, dapat mendaftarkan secara manual melalui sistem informasi satu data vaksin Covid-19 yang telah tersedia.

Pertama, nakes dapat mendaftarkan diri secara bertahap melalui verifikasi dinas kesehatan kabupaten/kota. Dinkes kemudian menyampaikan data nakes tersebut kepada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes, paling lambat hingga 23 Januari 2021.


"Sebelumnya dilakukan dulu verifikasi Dinkes kabupaten/kota yang nanti disampaikan ke Kemenkes, harapan kami update data yang belum terdaftar dapat diterima dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Nadia.

Untuk antisipasi terjadi penumpukan vaksinasi Covid-19 di satu tempat, Kemenkes memberikan kebebasan kepada masing-masing daerah untuk mengatur pelaksanaan vaksinasi sesuai kapasitas pasien dan kebijakan setempat.

"Terkait jadwal pelaksanaan vaksinasi, kami serahkan pada kebijakan daerah setempat, artinya koordinasi dengan Fasyankes dan Dinkes setempat untuk mengelola jumlah vaksin, logistik, dan sumber daya," tutur Nadia.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Hidayat mengatakan saat ini pihaknya tengah memperbaiki serta mengevaluasi data penerima vaksin virus corona (Covid-19) yang berada di database Kemenkes.

Pernyataan itu ia sampaikan sekaligus merespons Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengaku sudah tak mempercayai data Kemenkes terkait program vaksinasi Covid-19. "Saat ini data dari top down dan bottom up sedang berproses diperbaiki dan sudah lebih baik," kata Budi, kemarin.

Dengan perbaikan itu, maka saat ini Kemenkes akan mengacu pada database sendiri dan dengan bantuan data milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menkes Budi Sadikin sebelumnya mengaku bakal menggunakan data KPU untuk melihat sebaran orang dan usia yang menjadi sasaran program vaksinasi pemerintah. "Akan dikombinasi data dari Kemenkes dan KPU," imbuhnya.

Menkes Budi Gunadi juga secara jelas mengatakan bahwa dirinya kapok menggunakan data yang dimiliki Kemenkes. Atas temuan itu, ia mengaku akan menggunakan data KPU untuk mendata sasaran vaksinasi di tanah air.

Editor: Hadits Abdilah