POLHUKAM

Diretweet Abu Janda, Denny Siregar Bandingkan NU dengan Barisan Ksatria Nusantara

Tangkapan layar.
Tangkapan layar.

INFOINDONESIA. JAKARTA – Aktivis Permadi Arya alias Abu Janda terus menggaungkan permohonan maafnya dalam media sosial Twitter, seiring dengan populernya tagar #SavePermadiArya sejak Minggu (31/1/2021) pagi.

Seperti diketahui, pada Sabtu (30/1/2021) petang Abu Janda melakukan klarifikasinya dihadapan jajaran Barisan Ksatria Nusantara (BKN). Video berisikan klarifikasi Abu Janda itu kemudian tersebar dan viral hingga hari ini, Minggu (31/1/2021).

Dalam Twitternya, nampak postingan Abu Janda menegaskan bahwa pernyataannya terkait islam adalah agama yang agoran adalah bentuk kesalahanpahaman.

Saya tak pernah bilang 'islam arogan', saya bilang 'islam pendatang dari Arab' yg arogan & itu ditujukan ke Tengkuzul. yang saya maksud itu aliran Salafi Wahabi. Saat twit saya diviralkan bagian twit Tengkuzul nya dibuang, jadi seolah saya generalisasi Islam. Terima kasih Kiai,” tulis Abu Janda sesaat lalu, Minggu (31/1/2021).

Selain itu Abu Janda juga memposting ulang (retweet) sejumlah warganet yang mendukungnya klarifikasinya.


Nahh udah ada kan Klarifikasinya @permadiaktivis1 ?? Makanya biasain BACA DULU baru komen,” tulis @JevonWicaksono

Tuhan bersama njenengan bang,” @Sarah30330897

Termasuk Pegiat Media Sosial Denny Siregar yang juga diretweet oleh Abu Janda, yang membandingkan Nadhlatul Ulama (NU) dengan Barisan Ksatria Nusantara, dan menilai Abu Janda tidaklah salah dengan pernyataannya. Ia juga menekankan bahwa Abu Janda adalah aset bangsa.  

Seharusnya begitu. @nadhlatululama bisa meluruskan Abu Janda, karena keplesetnya dia. Merangkul jauh lebih baik, krn @permadiaktivis1 tdk punya niat jahat. Dia cinta NKRI dgn segala kebhinnekaannya. Dia asset bangsa, hanya perlu diperbaiki sedikit saja,” tutur @Dennysiregar7

Sebelumnya dalam video klarifikasi tersebut, Abu Janda yang didampingi  Ketua Umum BKN Muhammad Rofi’i Mukhlis menyampaikan permintaan maafnya dan menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina Islam.

“Untuk semua gus-gus untuk semua para kyai-kyai, semua ustaz-ustaz dan semua warga NU yang aku cintai mohon maaf atas kesalahanpahamannya maklum kita ini tempur di medsos itu suka kadang-kadang sudah debat panas, jempol suka tidak sinkron dengan otak akhirnya keluarnya tidak sesuai dengan ada yang, jadi nuwun sewu sekali lagi, atas kesalahpahamannya. Nuwun sewu juga atas jempolnya yang kurang cerdas," katanya dalam video tersebut, yang dikutip Minggu (31/1/2020).

Permohonan maaf tersebut juga diterima pihak BKN dalam video terpisah dan posting oleh Abu Janda. Rofi’ menerima klarifikasi Abu Janda. Pihaknya menegaskan agar para kyai seluruhnya untuk bertabayyun atas pernyataan Abu Janda.

“Berhasil meskipun menunggu sampai empat jam lebih yaitu menanti kedatangan saudara Abu Janda atau Permadi Arya. Nah alhamdulillah Abu Janda telah bertemu dengan kita dan para kyai semua untuk melakukan tabayyun dan klarifikasi, dan hasilnya kami berkeyakinan bahwa Abu Janda atau Permadi Arya tidak ada niatan sedikit pun untuk menghina Islam apalagi Abu Janda sendiri ketika saya tanya, kamu agamanya apa, Islam guz,” tutur Rofi’i.  

“Nah yang kedua minta maaf atas kesalahpahaman itu Abu Janda sampaikan dengan tulus dan ikhlas tanpa ada unsur keterpaksaan maka dari itu kami selaku pengurus BKN yang mana di dalamnya kita ada para kyai kyai dengan ini menyampaikan permohonan maaf saudara Abu Janda kami terima dan Insya Allah kami maafkan,” tandasnya.

Sebelumnya juga, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga sempat angkat bicara. Katib Syuriah PBNU sekaligus Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI, KH Zulfa Mustofa MY menyampaikan bahwa sosok Abu Janda tidak pantas disematkan sebagai NU, begitupun sebaliknya NU awam pun tidak pantas disematkan kepada Abu Janda.

“Karenanya jangankan dianggap santri, disebut NU yang awam saja kurang pantas disematkan kepada Abu Janda meski NU tidak pernah menolak siapapun menjadi anggota dan pengikutnya selama yang bersangkutan mau mengikuti dengan tulus apa apa yang menjadi khitoh NU dalam beragama, berpolitik dan bermualamah,” paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima beberapa waktu lalu.

Zulfa juga memandang bahwa di kehadiran sosok Abu Janda yang menciptakan kegaduhan atas pernyataan-pernyataannya, akan selalu mendapatkan respon dari orang-orang yang bijak dan menentangnya.

“Selain itu bahwa didunia ini akan selalu hadir tokoh protagonis dan antagonis, ada yang merespons sebuah peristiwa dengan gumunan atau kagetan atau juga dengan rileks, cermat, dan bijaksana,” tandasnya.

Editor: Aprilia Rahapit