DAERAH

Evaluasi SAKIP Kota Batam Masih Nilai B

SAKIP Award 2019 Wilayah I di Hotel Radisson Batam, Senin (10/2/2021) -  Foto: Istimewa
SAKIP Award 2019 Wilayah I di Hotel Radisson Batam, Senin (10/2/2021) - Foto: Istimewa

INFOINDONESIA - Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2019 Pemerintah Kota Batam masih dipertahankan di predikat B. Meski begitu dari sisi perolehan nilai ada peningkatan.

Dilansir dari situs resmi Pemko Batam, batam.go.id, nilai yang diperoleh Pemko Batam pada 2019 yakni 64,83 poin. Sedangkan pada 2018 laporan SAKIP Pemko Batam mendapat nilai 64,74 poin. Dan pada 2017 nilai yang diperoleh yaitu 61,05 poin.

Hasil evaluasi ini diserahkan langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo dalam SAKIP Award 2019 Wilayah I di Hotel Radisson Batam, Senin (10/2/2021).

“Evaluasi SAKIP ini dapat memetakan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran yang merupakan hasil dari implementasi manajemen kinerja dan anggaran, berbasis kinerja secara berkesinambungan,” ujar Tjahyo.

Penilaian SAKIP pemerintah daerah dibagi menjadi 7 kategori. Yakni paling rendah D dengan rentang nilai 0-30. Kemudian kategori C untuk nilai 30-50, CC untuk nilai 50-60, B untuk nilai 60-70, BB untuk nilai 70-80, dan A untuk nilai 80-90. Adapun kategori tertinggi yaitu AA dengan hasil penilaian 90-100.


Pada hasil evaluasi SAKIP 2019, nilai tertinggi yang diperoleh pemerintah daerah wilayah I (meliputi Sumatra, Jawa Barat, dan Banten) adalah kategori A. Nilai A ini diperoleh Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Provinsi Jawa Barat.

“Ada beberapa langkah perbaikan SAKIP yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai hasil evaluasinya ini,” ungkapnya Tjahyo.

Bagi pemerintah daerah yang masih mendapat nilai B maka perlu melakukan empat perbaikan. Pertama, penyempurnaan cascading kinerja hingga level individu. Kedua, penyelesaian target kinerja tingkat pemerintah daerah melalui kolaborasi seluruh organisasi peringkat daerah (OPD) atau cross-cutting program.

Selanjutnya, monitoring dan evaluasi berkala atas kinerja OPD untuk mendorong peningkatan kinerja. Dan terakhir, pemanfaatan aplikasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi.

 

 

Editor: Andyanto