WARNA-WARNI

Operasi DVI Sriwijaya Air SJ-182 Berakhir


Keluarga memegang foto pramugari Sriwijaya Air SJ 182 Mia Tresetyani Wadu saat pemakaman di Taman Makam Umat Kristiani Mumbul, Nusa Dua, Badung, Kamis (21/1/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Keluarga memegang foto pramugari Sriwijaya Air SJ 182 Mia Tresetyani Wadu saat pemakaman di Taman Makam Umat Kristiani Mumbul, Nusa Dua, Badung, Kamis (21/1/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Operasi Disaster Victim Identification (DVI) terhadap jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-181 nomor registrasi PK-CLC yang dilakukan oleh Tim DVI Polri resmi berakhir.

"Sejak 2 Maret 2021 tugas Tim DVI dinyatakan telah selesai," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa, seperti dilansir Antara.

Sebelum operasi ditutup, Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi satu jenazah atas nama Razanah, berjenis kelamin perempuan dengan usia 57 tahun. Jenazah Razanah teridentifikasi dengan metode DNA dan medis menggunakan DNA pembanding dari anak kandungnya.

Dengan teridentifikasinya jenazah Razanah maka jumlah korban yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI jadi sebanyak 59 orang dari 62 korban. Hingga operasi DVI dinyatakan ditutup, masih ada tiga jenazah lagi yang belum dapat diidentifikasi.

"Hingga akhir operasi ini belum dapat dinyatakan teridentifikasi karena belum adanya sampel yang dapat dijadikan sebagai pembanding," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokes) Polri Brigjen polisi Rusdianto.


Rusdianto menyebutkan, Tim DVI telah selesai melakukan pemeriksaan seluruhnya. Sejak operasi DVI dilaksanakan mulai 9 Januari sampai 2 Maret 2021 telah dilakukan pemeriksaan DNA sejumlah 744 sampel, yang terdiri atas sampel antemortem 174 sampel dan postmortem 570 sampel.

Selama masa operasi berlangsung, Tim DVI telah melaksanakan rekonsiliasi sebanyak 15 kali dan berhasil mengidentifikasi 59 jenazah yang terdiri atas 30 jenazah laki-laki dan 29 jenazah perempuan. Kurang lebih persentase mencapai 92,5 persen.

"Dengan telah selesainya seluruh pemeriksaan dan kegiatan dalam rangka operasi DVI Sriwijaya Air SJ-182 yang berlangsung sejak 9 Januari 2021, maka pada hari ini Selasa 2 Maret 2021 pukul 13.50 WIB, operasi Sriwijaya SJ 182 secara resmi dinyatakan ditutup," ujar Rusdi.

Terkait tiga korban yang belum teridentifikasi, apabila ada perkembangan lebih lanjut, akan dilaporkan kembali.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 nomor register PK-CLC ​​​​​​​rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB, kemudian dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. Dari jumlah penumpang tersebut, 40 di antaranya orang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Editor: Khairisa Ferida