EKONOMI

Pertamina Pastikan Beri Santunan Bagi Korban Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kiri) berbincang dengan Ketua Komisi VII DPR Alex Noerdin (kedua dari kanan) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2021). (Dok. ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kiri) berbincang dengan Ketua Komisi VII DPR Alex Noerdin (kedua dari kanan) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2021). (Dok. ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memastikan, pihaknya akan memberi santunan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran Kilang Minyak Balongan. Hal itu disampaikan Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (5/4/2021).

Meski demikian, Nicke belum dapat mengungkap besaran nominal yang akan diberikan.

"Mengenai angkanya memang kami belum menetapkan karena kami hari ini juga koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Namun, pasti ini akan kami lakukan," ujar Nicke.

Lebih lanjut, Nicke menambahkan, saat ini Pertamina tengah fokus pada penyembuhan korban, termasuk pemulihan trauma.

Nicke menerangkan dari 35 warga yang menjadi korban insiden kebakaran Kilang Minyak Balongan, 25 orang di antaranya mengalami luka ringan dan sudah pulang. Setelah dirawat luka fisiknya, perawatan dilanjutkan dengan penyembuhan trauma.


Adapun enam orang kini telah dievakuasi dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina dan perseroan melakukan pemantauan secara intensif terhadap mereka. Sementara itu, empat orang korban luka dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balongan. 

"Jadi 10 orang dalam penanganan di rumah sakit kami," sebut Nicke.

Dikutip dari situs resminya, Pertamina mengatakan tengah mempercepat langkah verifikasi kerusakan properti warga, fasilitas umum dan sosial seperti rumah ibadah dan sekolah, serta kantor instansi pemerintah yang terdampak kebakaran Kilang Minyak Balongan. 

Upaya percepatan dilakukan dengan menambah jumlah tim pelaksana verifikasi dari delapan tim menjadi 16 tim. 

Selain 16 tim tersebut, Pertamina juga menugaskan dua tim internal Pertamina untuk melakukan pendataan kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial agar dapat digunakan kembali saat bulan Ramadan. 

Unit Manager Communication, Relation, & CSR RU VI Balongan Cecep Supriyatna menyampaikan, terkait mekanisme penggantian kerusakan properti warga, nantinya akan dihitung sesuai standar biaya perbaikan dari pemkab demi mendapatkan besaran ganti rugi yang tepat.

"Mekanisme penggantian biaya telah ditetapkan oleh tim gabungan mengacu pada standar agar seluruh warga terdampak bisa mendapatkan besaran ganti rugi yang tepat," ujar Cecep Supriyatna.

 

Editor: Khairisa Ferida