DAERAH

Legislator DKI Pertanyakan Urgensi Pembangunan Tugu Sepeda Senilai Rp 800 Juta

Pekerja menyelesaikan pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (5/4/2021). Pembangunan tugu yang berbentuk satu buah ban sepeda berukuran raksasa tersebut sebagai pengingat momentum penggunaan sepeda yang masif digunakan masyarak
Pekerja menyelesaikan pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (5/4/2021). Pembangunan tugu yang berbentuk satu buah ban sepeda berukuran raksasa tersebut sebagai pengingat momentum penggunaan sepeda yang masif digunakan masyarak

INFO INDONESIA. JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tengah membangun tugu sepeda di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat. Pembangunan itu menelan biaya sebesar Rp 800 juta.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mempertanyakan urgensi serta makna dari tugu sepeda tersebut. Ia merasa heran mengapa Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan rela menggelontorkan dana ratusan juta hanya untuk membangun tugu.

"Tugu itu dibangun untuk menghormati seseorang atau sesuatu yang legendaris, dengan pengorbanan atau patriotiknya. Apa yg legendaris dari sepeda? sampai dibangunkan tugu di jalan protokol," kata Gilbert dikutip dari ANTARA, Sabtu (10/4/2021).

Legislator PDI Perjuangan ini mengatakan, tugu sepeda sama sekali tidak bermanfaat untuk warga DKI Jakarta. Kebijakan membangun tugu juga dinilai menunjukkan Pemprov DKI tak mampu menentukan skala prioritas.

Menurut Gilbert, Anies seharusnya membuat kebijakan yang jauh lebih berguna dan pro rakyat sebagaimana yang dilakukan pendahulunya. Ia pun menyarankan sebaiknya Anies fokus pada penyelesaian masalah Ibu Kota seperti banjir dan COVID-19.


"Kalau mau buat 'legacy', adalah dengan kebijakan yang pro rakyat seperti yang dilakukan para gubernur sebelumnya," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membangun tugu sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Pembangunan tugu sepeda di Jakarta merupakan bagian dari rencana pembuatan jalur sepeda permanen di kawasan Jakarta Pusat.

"Anggaran tugunya Rp800 juta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Politisi Gerindra itu menjelaskan, biaya yang dipakai membangun monumen itu tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Uang itu didapatkan dari anggaran dari kewajiban pihak swasta yang nilainya Rp28 milar.

"Tugu sepeda ini dapat anggaran dari kewajiban pihak swasta, pihak ketiga," tutur Riza.

Editor: Khoirur Rozi