DAERAH

Tidak Dirawat, Pasien COVID-19 Bergejala Berat di Tangsel Hanya Diberi Resep dan Isolasi Mandiri

Ilustrasi pasien COVID-19. (Unsplash.com)
Ilustrasi pasien COVID-19. (Unsplash.com)


JAKARTA – Seorang warga di Kota Tangerang Selatan mengeluhkan pelayanan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di wilayah tersebut. Hal ini terjadi pada pasien COVID-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kejadian ini menimpa pasien COVID-19 bernama Armel Elyonsa saat meminta rujukan rumah sakit lantaran dirinya mengalami gejala berat. Saat melapor kepada Satgas COVID-19 di Tangsel, dirinya merasa tidak direspons secara serius.

“Saya sudah minta surat rujukan tapi kayaknya dari mereka itu mengupayakan kalau saya tidak usah ke rumah sakit, tidak usah di rujuk ke mana-mana. Saya nggak tahu alasan mereka apa katanya sedang dicarikan,” kata Armel saat dihubungi Info Indonesia, Rabu (14/4/2021).

Armel menuturkan, awalnya ia merasakan gejala sesak napas dan pusing. Ia pun memutuskan untuk melakukan swab di Puskesmas. Namun, lantaran sudah bergejala, pihak puskesmas menyarankan agar Armel meninggalkan nomor telpon untuk kemudian dihubungi Satgas COVID-19.

“Tidak lama dua sampai tiga jam saya dihubungin sama Satgas, ditanya keluhannya apa saja? Saya bilang sesak napas, pusing, pokoknya gejala seperti itulah,” ujarnya.


Setelah itu, Armel pun menjalani pemeriksaan swab yang kemudian menunjukkan hasil positif COVID-19. Satgas pun meminta Armel untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Armel juga diberikan resep obat untuk meredakan gejala tersebut.

“Saya tes lalu positif terus dikasih resep. Saya kan berpikiran yang penting saya dapat obat bisa meredakan penyakit saya ini, dan saya suruh orang tua saya menebus ke apotek. Harga obatnya sekitar 368.000,” terangnya.

Beberapa hari kemudian, gejala yang dialami Armel tak kunjung membaik. Ia tetap menjalani isolasi mandiri di rumah. Padahal, ia berharap mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19.

“Yang sangat disayangkan itu sudah ada yang bergejala tapi disuruh isolasi mandiri. Sedangkan saya di lingkungan ini banyak anak-anaK. Kalau saya ditangani dengan baik, InsyaAllah bisa lebih baik lagi. Karena saya (Positif) berdua dengan adik saya, tapi dia tidak terlalu parah,” ungkapnya.

Editor: Khoirur Rozi