WARNA-WARNI

Ketua Banggar DPR Bantah Bagi-Bagi Duit yang Memicu Kerumunan

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah dalam konferensi pers di Gedung DPR RI pada Kamis (15/4/2021). (Dok. Info Indonesia)
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah dalam konferensi pers di Gedung DPR RI pada Kamis (15/4/2021). (Dok. Info Indonesia)


JAKARTA - Sebuah video kerumunan massa viral di media sosial. Kerumunan warga yang terjadi di Jalan Kartini, Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Selasa (13/4/2021) malam itu dipicu informasi yang menyebutkan bahwa Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah akan bagi-bagi uang.

Merespons hal itu, Said dengan tegas membantahnya. Dia menyebut narasi dalam video viral tersebut tidaklah benar.

"Nggak ada pembagian uang. Seperak pun tidak ada pembagian uang," ucap Said dalam jumpa pers di Gedung DPR RI, Kamis (15/4/2021).

Said mengatakan, pengunggah video viral tersebut sudah membuat klarifikasi dan meminta maaf karena telah membuat video berisi berita bohong atau hoaks.

"Sampai akhirnya yang membuat video, dia minta maaf dan sebagainya bahwa dia tidak berniat apapun tapi tiba-tiba dimasukkan ke situ dengan caption, keterangan dengan bahasa yang berbeda. Padahal sama sekali nggak ada pembagian uang," jelas anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.


Saat kejadian berlangsung, Said mengaku sedang tidak hadir di lokasi dan sedang berada di Jakarta. Dia pun menegaskan dirinya tidak mungkin mengadakan kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19.

"Masa iya sih saya akan ngumpulin ribuan orang di rumah. Toh saya di Jakarta. Dan untuk apa, mau gagah-gagahan? Kan tidak masuk akal. Rasionalitas atau akal sehat kita akan menyatakan itu tidak benar dan pasti tidak saya lakukan. Saya akan hati-hati untuk itu," kata dia. 

Said menyesalkan terjadinya kerumunan tersebut. 

"Yang saya sesalkan, saya menangis dan sedih masyarakat kadung percaya hoaks. Mereka datang ribuan kayak gitu tiba-tiba nggak dapet apa-apa. Siapa sesungguhnya yang paling berdosa?," kata Said.

"Kedua, kasian aparat. Sudah setiap hari aparat menyisir masyarakat supaya tidak berkumpul, tiba-tiba ribuan datang," sambungnya.

Lebih lanjut, Said mengaku tidak menaruh dendam kepada pengunggah video. Dia mengatakan sudah memaafkan perbuatan si pengunggah, yang ternyata adalah tetangganya.

Editor: Khairisa Ferida