POLHUKAM

Respons Isu Kudeta, PKB: Ramadan Momentum Toreh Prestasi, Bukan Menebar Hoaks

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. (Dok. Instagram/@cakiminow)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. (Dok. Instagram/@cakiminow)


JAKARTA - Kabar bahwa sejumlah kader PKB mengusulkan muktamar luar biasa (MLB) untuk menggoyang kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Gus Ami santer berembus belakangan. Hal ini pun direspons oleh Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Maman Imanulhaq.

Sosok yang kerap disapa Kiai Maman itu menuturkan bahwa PKB di bawah Muhaimin Iskandar solid dan terus bekerja untuk menghadirkan kemaslahatan bagi rakyat.

"Ini bulan Ramadan. Momentum yang tepat untuk menoreh prestasi, bukan menebar hoaks dan iri dengki," tutur Kiai Maman yang juga anggota Komisi VIII DPR RI seperti dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima Info Indonesia, Jumat (16/4/2021).

Dia menambahkan bahwa saat ini seluruh pengurus di semua tingkatan dari DPP, DPW, DPC, DPAC dan semua kader sedang bekerja dengan penuh semangat melakukan konsolidasi, menyusun strategi pemenangan dan menghadirkan kesejahteraan ke semua lapisan masyarakat.

"Karena PKB di bawah Gus Ami, berprestasi, wajar ada yang iri dengki," ujar Kiai Maman.


Terkait tuduhan pelanggaran AD/ART dan lunturnya nilai yang diwariskan Gus Dur, Kiai Maman justru melihat orang-orang tersebut tidak mengerti the rules of the game di PKB dan tidak mengikuti ajaran Gus Dur untuk selalu tabayun, klarifikasi bukan berteriak tanpa bukti.

Sebagai Ketua Umum PKB, Kiai Maman menilai Muhaimin Iskandar memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, komunikatif dan terjun di tengah masyarakat untuk mendengar persoalan mereka dan mencarikan solusinya.

"Sebagai cucu pendiri NU, Gus Ami memiliki komitmen yang jelas untuk kaum santri dan pesantren, yaitu terciptanya sumber daya manusia santri yang lepas dari kemiskinan, berdaya dalam ekonomi dan memiliki kemampuan menjadi agen perubahan sosial dalam usaha menegakkan nilai peradaban yang maju, damai dan toleran," imbuh tokoh muda NU tersebut.

Editor: Khairisa Ferida