POLHUKAM

Isu Kudeta Kepemimpinan PKB Ujian Bagi Cak Imin

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (ANTARA)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (ANTARA)


iNFO INDONESIA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah diterpa isu kudeta kepemimpinan Ketua Umum Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Isu ini berawal ketika Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Karawang Ahmad Zamakhsari ingin mengadakan Muktamar Luar Biasa (MLB).

Pria yang juga disapa Jimmy ini menyebut ada banyak pelanggaran anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai hasil muktamar di Bali pada 2019 lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur Riset Indonesia Presidentials Studies (IPS), Arman Salam mengatakan, ada beberapa kemungkinan munculnya isu MLB PKB tersebut.

"Isu yang dihembuskan terkait dorongan KLB oleh salah satu atau beberapa kader dalam tubuh PKB cukup menarik, apakah ini hanya bentuk protes terkait polemik di internal yang terinspirasi dari kasus kudeta PD, atau ada tangan usil yang ingin mengecoh kesolidan partai kaum nahdliyin kita lihat nanti," kata Arman kepada Info Indonesia melalui pesan singkat, Jumat (16/4/2021).

Menurut Arman, untuk menggeser posisi Cak Imin dari Ketua Umum PKB bakal sulit. Sebab, kepengurusan DPP PKB saat ini mayoritas diisi oleh orang-orang Cak Imin.


Arman berpendapat, isu MLB PKB ini hanya teguran bagi Cak Imin lantaran kepentingan kader kurang terakomodir. Dia pun berharap Cak Imin dapat lebih menyesuaikan atau setidaknya mengendurkan segala kepentingan pribadinya untuk ke depannya.

"Bisa dikatakan lebih tektok bagi bagiannya agar semua bisa merasakan. Hal ini bisa menjadi bola salju yang menghancurkan kalau tidak segera diatasi atau paling tidak menutup celah dan ruang dari tangan usil yang syarat kepentingan," jelas Arman.

Lebih lanjut, Arman menilai PKB termasuk salah satu partai yang cukup diunggulkan untuk Pemilu 2024. Alasannya, berbagai hasil survei selama ini, termasuk survei IPS Maret 2021 elektabilitas PKB cukup baik.

"PKB termasuk kedalam lima besar partai yang didukung publik saat ini (survei nasional IPS bulan maret 2021) posisinya yang seksi membuat banyak mata tertuju padanya, mulai dari keusilan eksternal partai sampai oportunisme internal partai semua campur aduk berdasarkan kepentingan," imbuhnya.

Editor: Khoirur Rozi