DAERAH

Heboh.. Perawat di Palembang Dipukul Dan Ditendang Keluarga Pasien

Korban (Kiri) Penganiayaan yang merupakan perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang. (Foto: Kolase/infosumsel.id)
Korban (Kiri) Penganiayaan yang merupakan perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang. (Foto: Kolase/infosumsel.id)

iNFO INDONESIA - Kekerasan terhadap tenaga medis menimpa salah satu perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang. Christina Ramauli S (27) harus dirawat ditempatnya bekerja, akibat menerima pukulan dan tendangan dari ayah dari pasien yang dirawatnya.

Kejadian yang sempat menghebohkan dunia jagat maya tersebut, dibenarkan pihak Manajemen RS Siloam dan menyesali perbuatan keluarga pasien yang melakukan penganiayaan kepada seorang perawat RS tersebut.

Direktur Keperawatan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Tata, mengatakan kejadian penganiayaan tersebut terjadi saat Christina dipanggil pelaku berinisial JT yang merupakan ayah dari pasien yang dirawat di kamar IPD 6 Kamar 6026.

Kemudian, korban bersama temannya yakni CH (Saksi) mendatangi ruangan tersebut. Tiba di ruang, teman korban diminta Pelaku untuk keluar dari ruangan namun teman korban menolak untuk keluar. 

Kemudian tiba-tiba korban diketahui dipukul dan ditendang karena saat melepas impus anaknya terjadi pendarahan. Psdahal, korban sudah melepaskan infus sesuai SOP yang ada. Namun karena usia anak yang dirawat masih 2 tahunan dan gerakannya aktif ketika plaster lepas dan mengeluarkan darah,: 


"Kami sangat menyesali perbuatan yang dilakukan oleh keluarga pasien, padahal kami sudah merawat anaknya dengan baik. Ketika darah keluar dari tangan pasien langsung kami ganti dengan perban baru sampai darahnya tidak keluar," katanya, dilansir dari infosumsel.id, Jumat (16/4/2021). 

Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar di bagian mata sebelah kiri, bengkak di bagian bibir, dan bagian perut terasa sakit.

"Saat ini korban sudah membuat laporan agar pelaku dapat bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya," terangnya.

Sementara, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan adanya laporan korban penganiayaan sesuai pasal 351 ayat 1.

"Laporan sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim untuk penyelidikan lebih lanjut," ucapnya kepada wartawan.

Dari video yang beredar di media sosial kota Palembang,  tampak tiga orang perawat sedang di dalam ruangan pasein, dalam video beredar seorang perawat dibantu oleh dua perawat lain untuk berdiri, setelah berdiri nampak keluarga pasien yang mengenangkan baju merah memakai topi putih marah-marah kepada salah satu perawat sambil mendorong hingga terjatuh kembali. 

Melihat perawat tersebut ditarik oleh rekan kerjanya, seorang pria mengenakan baju warna merah yang merupakan keluarga pasien kembali meradang menarik rambut perawat.

Bahkan ia beberapa kali kembali mendorong perawat tersebut. Suasana yang memanas, membuat seorang bapak yang diduga dari keluarga pasien yang lain ikut melerai. Namun, pria memakai baju merah tersebut kembali memanas. Terlihat pula seorang satpam rumah sakit juga berada di lokasi kejadian.

Editor: Raden Mohd Solehin