DAERAH

Buntut Panjang Penganiaya Perawat di Palembang

Peristiwa penganiayaan perawat di Palembang (Foto: Screenshoot)
Peristiwa penganiayaan perawat di Palembang (Foto: Screenshoot)

iNFO INDONESIA - Penganiayaan terhadap salah satu perawat di Palembang hari ini, Jumat (16/4/2021) berbuntut panjang. Tidak hanya dilaporkan oleh korban, pelaku penganiayaan berinisial JT tersebut, juga dilaporkan teman korban.

Ardana Reswara Permatasari (31) yang merupakan teman dari Christina Ramauli S (27) yang menjadi korban penganiayaan, ikut melaporkan pelaku ke Polrestabes Palembang lantaran HP miliknya telah dirusak oleh JT. 

Dimana, saat kejadian Ardana yang juga ada di lantai 6 tempat terjadinya keributan merekam menggunakan HP miliknya yakni HP Vivo V15.

Diduga tidak senang direkam, pelaku merampas HP milik korban dan membanting HP milik korban kelantai hingga rusak.

"Saya waktu itu lagi merekam keributan itu, tapi pelaku ini mendekati saya dan merampas HP saya dan membantingnya sampai rusak." ucap Ardana seperti dilansir dari infosumsel.ID.


Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian satu buah unit HP merk Vivo V15 seharga Rp3.1 Juta dan langsung membuat laporan ke Polrestabes Palembang.

"Saya tidak terima HP saya rusak di banting sama JT itu, saya buat laporan juga supaya JT dapat mengganti rugi dan bertanggung jawab atas perbuatannya." terangnya.

Tidak hanya dilaporkan teman sejawat, dukungan juga diberikan Puluhan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Palembang dan Banyuasin.

Dimana, puluhan pemuda tersebut mendatangi Polrestabes Palembang, demi menuntut keadilan yang menimpa salah satu perawat, Christina Ramauli Situmorang (27).

"Iya kami datang mendatangi Polrestabes Palembang, untuk menanyakan kasus yang penganiayaan yang menimpa adik kami yang berprofesi sebagi seorang perawat di RS Siloam Palembang," ujarnya.

Puluhan pemuda ini berharap agar kasus tersebut diproses dan ditindak tegas pelakunya. Mereka juga akan terus mengawal kasus ini, hingga masalah ini benar-benar selesai.

Sementara, Persatuan Perawat Seluruh Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan sayangkan tindakan keluarga pasien yang menganiaya perawat RS Siloam di ruangan rawat inap pasien.

Pihaknya akan melakuan pendampingan kepada korban penganiayan yakni Christina Ramaulis S (27) warga Komplek Griya Sukajadi Permai Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

"Sebagai Organisasi kami sangat menyayangkan kejadian itu, dan itu jelas menyangkut nama profesi maka kami akan melakukan apapun itu," katanya ketika dikonfirmasi.

Dikatakannya, pihaknya akan memberikan pendampingan hukum kepada korban serta akan menuntut kejadian penganiayaan yang dilakukan keluarga pasien hingga permasalahan ini selesai. Menurutnya, korban sendiri telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pasca dianiaya.

"Kami dari PPNI akan mendampingi, membantu dan mendukung hingga masalah selesai, kita juga sudah kontak praktisi hukum yang namanya bantuan hukum perawat (BHP) berkedudukan di Jakarta dan akan datang ke Palembang untuk tindaklanjuti, jelas kita akan menuntut," tegasnya.

Editor: Raden Mohd Solehin