DAERAH

Bunda Niken Pimpin PPI NTB 2021-2026

Ketua PPI NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menyampaikan sambutan usai dilantik
Ketua PPI NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menyampaikan sambutan usai dilantik

MATARAM— Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2021 -2026. Resmi dipimpin oleh Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, usai dilantik pada Sabtu (17/4/2021), di Pendopo Kantor Gubernur NTB.

Pita Putih Indonesia (PPI) merupakan anak organisasi Pita Putih Internasional, yang mendukung kesehatan ibu. Dengan berkampanye untuk lebih banyak sumber daya, dan kebijakan yang tepat dalam mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir. Advokasi pemerintah dan politisi dalam kebijakan.

Pelantikan Ketua PPI Provinsi NTB berlangsung khidmat, dengan Ruth Stella Thei yang juga dilantik sebagai Wakil Ketua dan Iriani Burhan, sebagai Sekretaris PPI Provinsi NTB.

"Sebetulnya PPI sudah ada sejak lima tahun lalu, dan sekarang akan mulai berkiprah lagi membantu pemerintah", ujar Bunda Niken sapaan akrabnya, ketika memberikan sambutan pertamanya sebagai Ketua PPI NTB.

"Sebetulnya PPI sudah ada sejak lima tahun lalu, dan sekarang akan mulai berkiprah lagi membantu pemerintah", ujar Bunda Niken sapaan akrabnya, ketika memberikan sambutan pertamanya sebagai Ketua PPI NTB.

Dikatakannya dalam isu kesehatan keluarga, PPI yang fokus pada kesehatan ibu, anak dan bayi akan mulai menyasar remaja untuk program kerja 2021. Meski profil kesehatan NTB secara umum, angka kematian ibu, bayi maupun stunting terus menurun, namun riset kesehatan dasar oleh Dinas Kesehatan menunjukkan angka yang naik selama dua tahun terakhir dalam masa pandemi COVID-19. Seperti disebutkan, penyebab mendasar masalah tersebut adalah pernikahan dini (usia 15-19) yang masih sering terjadi.


"Oleh karena itu PPI berkolaborasi dengan banyak pihak dalam mencapai tujuan organisasi," tambahnya.

PPI NTB ini sendiri dibentuk dengan tujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak di NTB. Memperhatikan angka stunting yang cukup tinggi di beberapa wilayah di NTB, PPI NTB akan  melaksanakan pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan seperti  posyandu dan bekerja sama dengan organisasi terkait di masing-masing wilayah.

Ketua Umum PPI, Giwo Rubiyanto Wiyogo, mengatakan, sangat mengapresiasi kepengurusan PPI NTB karena melibatkan banyak organisasi perempuan, yang dapat mendukung kinerja PPI. Ia menegaskan pula, target program kerja PPI tahun 2022 khusus bagi remaja.

"Goals kita pada 2022 adalah, terinformasikannya pemahaman kesehatan dan hak-hak perempuan," tegasnya.

Untuk itu, PPI masih mengandalkan mekanisme kerja sama lintas sectoral, agar advokasi yang dimulai dari  penganggaran, kebijakan sampai fasilitas bagi perempuan dapat terwujud.

Dalam pelantikan tersebut, Ketua PPI NTB juga menandatangani nota kesepahaman dengan BKKBN dalam penguatan program kerja.

Editor: Desi Wulandari